Lukisan dari Botol Minuman

Media lukisan  sangat beragam.  Kita sudah terbiasa melihat media kertas, kanvas, keramik, kaca, telur, baju kaos,  kayu, batu. Nah  kali ini saya  akan memperkenalkan media yang  menurut saya sangat bagus   untuk  didaur ulang menjadi kerajinan.

IMG_6191IMG_6189IMG_6188

 

Media  ini  sekarang menjadi  masalah  bagi  pemerintah.  Setiap hari  kita  akrab dengan sampah  botol plastik.  Sampah plastik yang tidak  diambil pemulung   biasanya  dibakar, sebagian dibiarkan  menumpuk   di tanah.  Namun sifat  dan jenis   plastik beda dengan dedaunan. Daun  mudah diurai jadi kompos.  Plastik  butuh  waktu  tahunan  untuk menghancurkannya.

Bagi perusahaan  yang  mempunyai  program Corporate Social  Responsibility atau populer di sebut CSR  sudah  saatnya   ikut peduli dengan  limbah plastik  yang  menumpuk.  Kita akan mewarisi  anak cucu  kita dengan  alam  yang  terjaga  dengan baik. Karena itulah  kita punya  tanggungjawab  mengelola  lingkungan  alam.

Kembali ke  dunia kreativitas   dan seni  rupa.  Sebagai  praktisi  CSR  dan Serni Rupa  saya  mengusulkan kepada pembaca agar   tetap  merawat alam  dengan baik.  Sampah  botol plastik  sebaiknya  jangan dibuang begitu saja di  sungai   atau di pekarangan.  Media botol bisa jadi  media lukis   yang  amat murah.

Sebagai  pelukis  tentu  merasa  keberatan bila  mengeluarkan  lembaran rupiah demi  membeli  sebuah  kanvas  yang  sekarang harganya terus melambung.  Untuk  mengantisipasi  keterbatasan daya beli terhadap  kanvas  maka   alternatif   yang  cukup baik adalah  menggunakan media  platik dari  botol  minuman.

Hasilnya ternyata  cukup menarik.  Anda bisa  kalau mau. Yuk kita  mencoba.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: