Non Pegawai Negeri Sipil Bisa Berkarir di Lembaga Pemerintah

Kabar baru   kini  profesional yang biasa   bergiat  di lembaga swastaa  bisa  memasuki  Lembaga Pemerintah sebagai pejabat Eselon I.  Kompas  tanggal 29 Januari 2015  halaman pertama  mengatakan bahwa  Profesional bisa menjadi Eselon I.  Sesuai dengan Pasal 109 UU No 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Tentunya ada persetujuan dari Presiden. Jabatan  yang bisa diisi adalah Kepala Lembaga Pemerintah Non-kementrian,  Seperti BKN  (Balai Kepegawaian Negara)., BPKP (Badan Pengawasan Keuangan  dan Pembangunan). Jabatan tinggi Madya  adalah Eselaon I  seperti Sekertaris Jenderal, Direktur Jenderal, Kepala Badan di Kementrian dan Sekretaris Derah Provensi.

Sebagai praktisi  yang sudah  senior  di Lembaga Swasta   tentunya  memberi  banyak pilihan untuk berkarir.  Masalahnya sekarang,  ketika   orang profesional  yang di  Lembaga Swasta  sendiri  diperebutkan  (langka) dengan fasilitas yang jauh lebih  baik  agaknya sulit  memindahkan   mereka  ke Lembaga  Pemerintah.  Lembaga  Swasta  mau membayar para profesional dengan gaji tinggi, fasilitas  menunjang,  trip ke  beberapa negera  tanpa diributkan  oleh  LSM  dan Media.  Sedangkan   berkarir  di Lembaga Pemerintah   akan  disorot  kamarea wartawan dan siap jadi  sasaran empuk  kritikan  pengguna sosial media.

Keberadaan tenaga profesional   di  swasta  memang  langka.  Banyak  perusahaan  yang akhirnya  memilih  para  senior  yang duduk di top management  berasal dari  negara asing.  Perusahaan asing  yang  memilih  invest  di negeeri ini posisi  eksekutif   masih didominasi oleh warga asing.  Kalau  warga lokal  ujung  ujungnya  mentok sebagai  supervisor  atau  Senior  Manager.  Kecuali perusahaan  lokal  yang dikelola oleh  manajemen keluarga   masih bisa  ditangani oleh  orang lokal.

Para profesional yang sudah memasuki  masa pensiun  mungkin masih bisa  jadi  target  untuk direkrut. setelah usia 55 tahun  profesional  di Lembaga Swasta  sering kali  masih  meneruskan karirnya di perusahaan    karena  kompetensi  mereka tidak  tergantikan,  direkrut kembali sebagai konsultan. Ya  lantaran susah mencari  pengganti meskipun  pihak perusahaan   sudah melakukan  persiapan  regenari dengan menerapkan  sistem development. Namun  kondisi di lapangan tidak semudah itu. Ujungnya  ujungnya  ketika  proses  hand over  pimpinan top  dari  generasi  pertama  ke generasi kedua   dapat menimbulkan   kemerosotan  perusahaan. Lantara  proses  suksesi  gagal.

Kalau  begitu  posisi  profesional yang akan duduk di Lembaga Pemerintah  kemungkinan bisa berasal dari lembaga swasta  bidang  penelitian, riset dan jasa.  Profesional dari bidang manufacturing atau galangan kapal,  kemungkinan memilih berkair di  lembaga swasta. Karena  benefit yang diperoleh masih lebih  baik dan juga tidak ribet dengan urusan birokrasi  yang  panjang. Para profesional  dari lembaga swasta  suka dengan   kecepatan. Merubah  kebiasaan  para profesional   dari  cara  kerja yang praktis  dan cepat  menjadi  profesional yang  masih  menganut  sistem  birokrasi  bisa jadi menghambat  idealisme  profesional swasta.

Profesional lembaga swasta   yang berasal dari  lembaga  pendidikan,  LSM   dan peneliti   kemungkinan   dapat   diperoleh  dengan mudah untuk duduk sebagai  profesional  di eselaon I pemerintahan. Jumlahnya ada  banyak, hanya saja  latar belakang mereka  lebih  banyak  di tataran teori. Sementara  seorang profesional adalah  yang bisa  mengaplikasikan teori  di lapangan.

Masalah  bangsa adalah kompetensi  sumber  daya manusianya  yang  masih  terbatas. Ketika  Gross Domestic Bruto  untuk riset  and  Development masih nihil rasanya   tidak akan memperbaiki  People Development secara efektif. Bangsa ini  terlalu banyak melahirkan  orang pintar teori  dan kolektor  ijazah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: