Pencari Kerja di Muka Kuning

Kawasan Industri Muka Kuning masih menjadi magnet bagi para pencari kerja. Setiap hari Senin  hingga  Jumat  bahkan Sabtu,  Ribuan pencari kerja  mengharap ada lowongan kerja.  Para  pencari kerja ini  bergerombol di  Community Center. Dengan sabar dan tertib mereka  selalu  datang  pagi  melihat  papan pengumuman  dan  berharap  bagian Recruitmen  dari perusahaan yang ada di  Kawasan Industri Batamindo  datang membawa pengumuman penerimaan pegawai.

IMG_1163

Sebagian lagi para  pencari kerja  bergerombol di depan PT Tunaskarya Indoswasta. Tempat ini selalau penuh  saat ada  penerimaan pegawai.  Halaman depan  dipenuhi  pencari kerja  dan motor yang menjadi  kendaraan pencari kerja.  Panas  terik matahari tidak menjadi penghalang. Pencari kerja rela  berdiri sambil membawa berkas. Keringat  bercucuran dari wajah mereka. Ekspresi para pencari kerja  bermacam macam. Ada  yang  tetap  santai meski  berkas mereka   tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Ada  juga  yang  tegang saat  menunggu  penguman  hasil tes.

Kini para pencari kerja  lebih  gesit mengejar  informasi lowongan. Melalui sosia media atau  jaringan telpon yang  canggih, para pencari kerja   cepat sekali  mengetahui adanya  informasi lowongan kerja di perusahaan. Selain dimudahkan  oleh  telpon genggam   mereka juga dimudahkan dengan  motor yang mereka miliki. Sehingga  mobilisasi mereka  terbantukan dengan alat transportasi yang mereka miliki.

Seperti pengamatan saya, saat mengamati  para pencari kerja  di  halaman PT Tunaskarya Indoswasta. Kepemilikan kendaraan roda dua   pencari kerja  adalah dua banding  satu. Diantara dua pencari kerja  minimal ada satu  roda dua.  Pencari kerja sekarang  lebih bermodal, pikir saya.  Motor mereka mulus. Ada yang berharga di atas  dua puluh juta. Motor gede (moge), hingga  matik. Hand Phone  mereka juga  tidak ketinggalan jaman. Pakaian pencaker pun  bermerek. Terkesan mereka  adalah  pekerja yang sudah  beradaptasi dengan  mode kota Batam.

Diantara  para pencari kerja  ada juga yang  berpenampilan seadanya.  Bahkan terlalu santai. Pakai celana tiga per empat aliat sebatas lutut. Pakai sandal,  tidak pakai sepatu.  Santai  berkeliling Kawasan  Industri  mengharap lowongan  atau  penerimaan karyawan.

Saya punya  pengalaman yang tak lasim.  Entah dapat dari mana nomor HP saya  tiba tiba berdering,  dimana ada  penelpon bersuara  perempuan   memperkenalkan diri. Sang penelpon tahu banyak tentang data saya   yang ujung ujungnya minta dimasukkan  bekerja di perusahaan. Mungkin  si penelpon sudah  bosan nganggur sehingga  ia mendesak  saya  agar bisa dibantu dengan  mudah  diterima  bekerja di perusahaan.  Dia  tak tanpa  sadar mau  membayar  (nyogok sebesar  tiga juta ) asal diterima bekerja.  Lalu saya jelaskan bahwa  bekerja melalui PT Tunaskarya Indoswasta  siapa saja punya hak yang sama,  saya  memper silahkandia   mengikuti  proses dengan benar.  Saya menekankan bahwa staf  PT Tunaskarya  Indoswasta tidak  dibenarkan menerima uang sesen  dari  proses seleksi rekrutmen dan seleksi karyawan. Tugas  bagian rekrutmen  PT Tunaskarya  Indoswasta adalah  membantu pencari kerja  berdasarkan  prosedur  yang  benar.

Saran saya pada pencari kerja yang  melalui PT Tunaskarya Indoswasta  khsusunya  level operator  jangan pernah  mendesak petugas  dengan iming iming  memberi imbalan  uang,  karena   anda  akan  dicap  tidak memiliki  karakter  yang baik. Belum kerja  saja udah berani nyogok. Dari segi  moral  sudah  dinilai  kurang baik. Karena  itu  pencari kerja  yang  ingin mengikuti proses  seleksi dan rekrutmen  usahakan  bersaing dengan fair. Hindari  sikap  yang  tidak  perlu  karena   sikap awal  saat memasukkan  lamaran    sudah  bisa menjadi  penilaian  yang  menentukan.

Hal utama yang juga  perlu diwaspadai oleh  pencari kerja  agar berhati hati saat  ada  orang asing yang  mengaku  bisa memasukan bekerja. Dengan sopan sang oknum akan  membantu  memasukkan  berkas  pencaker. Si oknum  mengaku seolah olah  kenal  dengan orang dalam.  Padahal  oknum tersebut hanya  mengambil berkas pelamar  lalu memasukkan  ke petugas bagian penerimaan  berkas  administrasi saja.  Nah kebetulan  sang penitip  berkas  lulus  seleksi dan  diterima bekerja   setelah mengikuti rangkaian tes  karena  memang  otaknya  encer. Ketika  namanya  diumumkan  lulus   si oknum yang  telah memasukkan berkas   tersebut menghubungi sang anak  dan mengatakan  bahwa  ia diterima  bekerja atas  pengorbanan si oknum.  Si oknum  lalu meminta konpensasi  bayaran.  Para pencari kerja  hati- hati terhadap  tipu daya  mereka. Mereka  bisa jadi mengincar anda, khususnya yang masih belum punya pengalaman dan  sangat  membutuhkan  pekerjaan.

Berbagai  keunikan yang pernah  saya dapati saat  berhadapan dengan pencari kerja. Setelah memperoleh data  saya dari blog Marumpa,  Pencaker menghubungi saya tanpa mengenal  waktu. Mulai pagi, siang, hingga tengah malam. Pesan dari SMS membanjiri  kotak  inbox  saya. Miss call  juga  datang silih berganti. Saat mengangkat telepon dari  pencaker umumnya diawali dengan memperkenalkan diri  pencaker.  Setelah itu keluarlah  berbagai  bujukan agar  meloloskan dalam  penerimaan  karyawan.  Unik,  karena  rekrutmen bukan wilayah  saya. Mungkin lantara bekerja  di PT Tunaskarya  Indoswasta  para pencaker  menganggap  saya sebagai  bagian rekruitmen yang  bisa  mengatasi kesulitan mereka.

Seorang  pencaker  pria  memelas mengharap  diterima bekerja. Dia mengatakan bahwa  dirinya adalah  tulang punggung  kelurga,  orang tua sedang sakit, butuh  pekerjaan untuk  membiayai pengobatan orang tuanya. Si pencaker  sangat mulia  di  dalam hati saya. Namun ia salah orang. Saya  tidak  memiliki wewenang  mengatur  proses  rekruitmen. Ketika dijelaskan  ke pencari kerja bahwa  masing masing ada petugas  (person in charga)  untuk tugas  tersebut.  Dia tak mau peduli dia tetap mengejar  saya  untuk  dimasukkan bekerja. Di perusahaan   apa pun  rela ditempatkan  asalkan bekerja.

Cerita seperti di atas  sudah  rutin sekali  saya temui. Namun sayang,  bukan  cara seperti itu yang membuat  pencari kerja  diterima.  Setiap pencari kerja sejatinya  sudah  familiar dengan  berkas  sebelum bertempur.   Melengkapi berkas  lamaran kerja dengan baik  adalah  perencanaan yang  baik. Jangan sampai  melengkapi  persyaratan  atau berkas lamaran saat  di depan perusahaan.  Menulis  surat  lamaran secara  terburu buru  sambil  terpapar  sinar matahari terik   sungguh kurang  nyaman  bagi pencaker.

Pakaian yang sopan juga perlu diperhatikan pencaker.  Kesalahan  yang tidak diperhatikan pencari kerja  saat melamar  adalah memakai kostum  yang sama  saat ke pantai  atau ke pasar. Pencaker  sebaiknya mempelajari  jenis pekerjaan yang akan di lamar.  Sesuaikan  passion  diri dengan jenis pekerjaan yang  ingin di lamar.

Saat  ada panggilan  untuk  tes  sebelumnya pelajari dulu  perusahaan yang akan  dilamar. Survey  tempat pelaksanaan  ujian tes dan wawancara.  Pencaker  dapat  memilih  jenis  pekerjaan yang dibutuhkan perusahaan. Sesuaikan  jenis pekerjaan   dengan kompetensi  pencari kerja.  Untuk  meyakinkan  pihak  user,  pencari kerja  melengkapi  ijasah mereka dengan  sertifikasi  dan  pengalaman kerja yang  relevan dengan  perusahaan  yang  dilamar.

Diterima  tidaknya seseorang di perusahaan   ditentukan    beberapa  faktor.  Cara  berpekaian, sikap positif, kompetensi,  pengalaman,  kecocokan  salary atau  upah  perusahaan dengan pencaker.

Kompetensi lah yang menjadi   tolak ukur keberhasilan   mereka di terima  bekerja diperusahaan.  Bukan kedekatan  dengan  pejabat   atau  tampang menarik yang membuat mereka  diterima bekerja.  Kini saatnya  persaingan. Kompetensi  terbaik akan dicari oleh perusahaan.  Gaji terbaik juga akan jatuh pada  pekerja dengan kompetensi  yang hebat.

Ketiga  perusahaan  tidak cocok  dengan profil  pencaker  bukan berarti pencaker  itu  gagal  atau  tidak kompeten dan pintar.  Perusahaan  kadang kadang tidak berani merekrut  sang  pencaker karena   pencaker memiliki  pengalaman yang  banyak dan  gaji yang tinggi. Perusahaan  sesungguhnya   pingin merekrut  namun  tidak  berani memberi gaji yang tinggi.

Pencari kerja  sebaiknya  jangan terlalu  mengharap  diterima bekerja    saat  melamar kerja. Biasa  biasa saja.  kalau  lulus seleksi dan  cocok  saat  wawancara  ya  lanjut. Kalau kriteria  perusahaan  tidak cocok dengan kompetensi  pelamar  ya  sebaiknya  pindah haluan mencari perusahaan  yang betul betul cocok dengan kompetensi   pencaker.

Sudut pandang pencari  kerja perlu dirubah. Kini  pencakir  tak perlu  galau  dan sedih kalau kompetensi  yang dipunyai  tidak cocok dengan kebutuhan  perusahaan. Kalau memang tidak  ada yang  menerima  (tidak jodoh dengan perusahaan)  tidak ada salahnya  menciptakan  usaha sendiri.

Contohnya  Lasiman Muhammad Nursal   berasal dari Surabaya   hanya lulusan Sekolah Dasar  namun sukses  membuat usaha sendiri. Lasiman  sukses dengan  antene produksi TV . Bukti suksesnya adalah telah memiliki 10  unit rumah. Lasiman  mengakui bahwa  ketika  bekerja  dengan pendidikan  tidak terlalu tinggi  tidak membuatnya minder. Ia bahkan mampu  memberdayakan ibu ibu perumahan  dengan bisnis antene yang ia kembangkan.  Dia memilih bangkit dan berguna bagi orang lain.

Salah   satu  HR Manager  di Kawasan Industri Batamindo mengatakan ke saya  beberapa jenis pekerjaan  terpaksa  diberikan  kepada  ekspatriat  dari India, Singapura  dan Malaysia  karena mereka   lah yang mampu.  Ekspatriat  dari India  tidak  keberatan  ketika  salary  mereka  sama dengan   salary  untuk warga loka. Ada  kalanya  kompetensi dari  luar negeri  (ekspatriat)  lebih unggul. Selain itu. Di satu sisi Kompetensi  warga lokal  untuk jenis pekerjaan tertentu  masih  terbatas. Itulah yang menjadi alasan kekuatiran   pemerintah, pengusaha dan pekerja/buruh lokal  menghadapi era persaingan bebas.

Ke depan  tantangan yang dihadapi pencari kerja lokal makin berat. Karena itu  jangan  cepat berpuas diri. Belajar  adalah jalan hidup. Belajar  seperti udara. kita butuh sepanjang kita hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: