IPSM dan Gubernur Kepri

Hubungan Industrial  mendapat perhatian  dari Gunernur Kepri H. Muhammad Sani.  Batam   adalah salah satu daerah di Kepri yang  andalannya  berasal sektor  perindustrian. Ratusan Ribu  penduduk  Batam   hidup sebagai  pekerja di perusahaan  yang tersebar di sejumlah Kawasan Industri. Mulai dari  Manufacturing,  Galangan Kapal,  Perdagangan dan Jasa.  Pada  Rabu tanggal 20 January 2015  lalu  Gubernur  Kepri H. Muhammad Sani  melakukan  dialog  dengan pengurus IPSM Kepri. Bertempat di Bumbu Desa  Sei Panas.

10384835_10200184965503830_3870490282740052673_n

Hadir dalam acara tersebut adalah Pengurus dan Anggota  IPSM Kepri. Dalam  dialog  Sani meminta  Pengurus IPSM   menyampaikan permasalah yang   kini sedang  terjadi.

Fifien Sitorus  Sekertaris Jenderal IPSM Kepri  menyampaian   beberapa  permasalahan yang dihadapi  para  praktisi HR.  Yang paling menonjol adalah  pelayanan BPJS.  Praktisi  HR  diabuat  pusing dengan pelayanan BPJS.  Fififen  memohon  kepada  Sani  agar membantu  membenahi  sistem pelayanan BPJS di Kepulauan Riau.   Bila dibandingnkan  pengalaman sebelumnya  praktisi  HRD  dimudahkan  dengan  pengerjaan  yang sejenis  namun  mudah saat diimplementasikan  ketika berurusan dengan Jamsostek.  Salah satu  yang membuat  praktisi HR  saat ini  pusing   ketika  berurusan dengan  pelayanan BPJS  adalah   hal  sederhana.  Mengantri.  Mengantri  adalah pekerjaan  pemborosan waktu  sedangkan  tugas  praktisi HR cukup ketat.

Topik  kedua yang dibahas adalah Kawasan Industri  yang ditetapkan sebagai asset vital nasional.   Sebagai Kawasan  yang  masuk kategori  asset vital nasional  tidak dibenarkan adanya aktivitas  unjuk rasa.  Sesuai dengan kondisi ini  praktisi HR   memohon Gubernur Kepri   agar  peduli pada  aspek ini.

Praktisi HR juga  mengusulkan kepada  Gubernur  agar   meningkatkan  anggaran  pelatihan  , riset dan  pengembangan  bagi para pekerja atau buruh di Keperi.  Syarat  utama  untuk  meningkatkan  penghasilan pekerja  adalah peningkatan  kompetensi. Seperti yang dilakukan oleh Bangsa Korea Selatan.  Bangsa Korea Selatan  tidak lagi  berjuang pada   upah minimum. Upah pekerja/buruh di Korea Selatan adalah   upah  level menengah ke atas.  Pencapaian ini diperoleh setelah pemerintah Korea selatan   meningkatan  Gross Domestic Bruto    untuk pelatihan dan riest.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: