Menjadi Trainer Yang Percaya Diri

Andrias Harifa penulis 35 buku best seller dan motivator mengatakan sebuah formula guru terbaik yaitu pengalaman plus evaluasi. Sejalan dengan pendapat Andrias Harifa, seorang fasilitator atau trainer di perusahaan sebaiknya tidak cepat puas. Seorang trainer di perusahaan dituntut untuk selalu belajar, dapat memberikan materi pelatihan dengan rileks kepada peserta.

Kondisi di lapangan tidak mudah menemukan trainer yang memahami keinginan peserta pelatihan. Bahkan beberapa fasilitator atau trainer kadang kadang masih canggung saat menghadapi peserta pelatihan yang memiliki latar belakang, usia atau pengalaman yang lebih tinggi.

Seorang fasilitator dituntut untuk tampil sempurna saat menjadi pembicara publik. Percaya diri terpancar dari mata, wajah, tampilan rambut, tampilan pakaian, suara, hingga materi yang dibawakan.

Kenapa fasilitataor cemas atau grogi saat berada di depan kelas. Penyebabnya karena sang fasilitator atau trainer memikirkan kelemahan dan kekurangan dirinya dan menganggap peserta pelatihan adalah orang yang jauh lebih senior dan hebat. Ketika fasilitator minder di depan kelas dapt mempengaruhi kepercayaan peserta pelatihan. Karena itu pantangan bagi seorang fasilitator atau trainer memperlihatkan wajah yang kurang siap atau tidak percaya diri.

Bagaimana mengatasinya. Latihan, latihan dan latihan. Saya ingat sebuah tulisan tentang pesepak bola yang sukses. Ternyata latihan disiplin dan di atas rata rata adalah solusinya. David Backham adalah pemain sepak bola yang terkenal dengan akurasi tendangan jarak jauh. Dia bisa memiliki skill tersebut karena berlatih jauh di atas rata rata dibandingkan pemain sepak bola lainnya. Bila pemain lain melakukan latihan tendangan jarak jauh sebayak sepuluh kali, maka David Beckham melakukan hingga ratusan kali dalam sehari.

Cristiano Ronaldo bintang sepak Bola Real Madrid juga melakukan latihan yang displin. Ronaldo terkenal dengan fisiknya yang selalu bugar dan mampu berlari kencang bak kijang. Rahasianya adalah saat latihan kebugaran. Ronaldo mampu melakukan push up hingga ratusan kali dalam sehari. Dia terbukti telah berkali kali memasukkan bola ke gawang lawan berkat kekuatan tendangannya.

Bila diperhatikan kisah pembentukan emas. Ada pelajaran bagus yang perlu digarisbawahi yakni proses pembentukan emas dua puluh empat karat. Membutuhkan proses pemanasan yang tinggi. Begitu juga dengan berlian. Berlian tidak akan menjadi indah tanpa digosok.

Antony Robin juga seperti itu. Ketika menyiapkan bahan untuk pelatihan , dia akan melakukan latihan berulang kali. Antony Robin pun dengan tenang menjawab saat Tung Desam belajar padanya “kongfucius said: learn without to do is not yet to learn” yaitu dia mengatakan sabda konghucu, belajar tanpa di praktekan adalah belum belajar”

Inilah tip sederhana dan simpel untuk kesuksesan dan tingal dilaksanakan dalam hidup anda maka anda akan sukses apapun ,siapapun anda kalau mau sukses pasti ada jalan asal mau ,belajar dengan cara tip sederhana dari Antony robin yang ia kutip dari seorang bijak dan Nabi dari Tiongkok hampir 3000 tahun yang lalu yaitu Kunghucu.

1 Komentar (+add yours?)

  1. Ayu Rahma
    Des 13, 2014 @ 04:59:19

    terimakasih sngat membantu

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: