Baksos

Sabtu pagi 8 Mei 2011 lalu tim CDD melakukan kunjungan ke perkampungan yang berada di Dam Duriangkang. Ada beberapa lokasi seperti pulau pulau kecil yang terbentuk di Dam ini. Tadinya Dam Duriangkan adalah daratan. Setelah dijadikan Dam penampunagn air oleh Otorita Batam, perkampungan dipindahkan ke sejumlah titik di Batam. Namun di sana masih ada penduduk yang mendiami wilayah yang berada di tengah Dam. Daratan yang tersisa karena dikelilingi air mirip seperti pulau tidak berpeghuni. Namun kalau kita masuk ke dalam kita bisa menemui penduduk yang bertahan dengan usaha mencari ikan. Masih ada keluarga kurang mampu yang hidup di sana demi mempertahankan hidup dengan berprofesi sebagai penangkap ikan. Wilayah ini masih masuk Keluarahan Muka Kuning RW 08. Ada empat puluhan KK yang berdomisili di sana.

Saat itu Cuaca Sangat panas sekitar 34 derajat celsius. Barang perlengkapan diangkut dengan dua rakit kecil. Tim CDD bersama Ibu Angel menyebrang ke pulau kecil yang berada di tengah danau Dam Duri Angkang. Tak jauh dari pintu empat KIB. Hanya menempuh waktu sekitar lima belas menit naik rakit untuk melewati anak sungai yang dipakai sebagai jalur penghubung ke lokasi.

Tim CDD berhati hati menaiki rakit berukuran kecil. Terlihat tanaman engceng gondok serta jaring jaring ikan yang dipasang di sejumlah lokasi. Tiba di sebuah tempat pendaratan pompong, Tim CDD menurunkan aneka perlengkapan. Ada sembako, alat tulis. Satu demi satu perlengkapan diturunkan. Perjalanan darat jalan kaki sejauh kurang lebih empat ratus meter sambil membawa barang. Ada yang mengangkat beras, super mie, gula pasir, hingga perlengkapan sekolah. Panas udara membuat anggota Tim kelelahan. Perjalan menuju Mushola kecil tempat pertemuan dengan anak binaan Ibu Angel dapat dilewati setelah sempat salah jalan karena jalan kecil dan bercabang. Masih ada banyak pohon besar yang tumbuh di sana, tim CDD dapat berlindung dari sengatan sinar matahari.

Ada sekitar sepuluh anak binaan Ibu Angel yang menunggu di mushola. Kegiatan Ibu Angel selama ini relawan sosial di bidang pendidikan untuk anak anak kurang mampu. Penduduk di sekitar Dam Duriangkang banyak yang tidak tersentuh pendidikan karena mahal. Sekolah tak menjadi pilihan utama orang tua mereka. Tuntutan hidup memaksa mereka membanting tulang mencari uang untuk kebutuhan makan. Anak anak yang berdomisili di pulau Dam Duriangkan terpaksa ikut orang tua mereka mencari ikan.

Ibu Angel menuturkan, Pernah ada seorang anak yang ingin melanjutkan sekolah ke bangku SD, karena orang tua mereka tidak memiliki surat surat seperti Akta Kelahiran Anak sebagai syarat sang anak memasuki usia sekolah. Lantaran sang oran tua tak memiliki akta lahir tersebut, sang anak tak bisa meneruskan sekolah seperti anak anak lainnya. Apa penyebab sehingga si anak tak meneruskan sekolah? Jawabnya karena orang tua tak sanggup membayar uang masuk sebanyak dua juta rupiah sebagai konpensasi tak memeiliki akta lahir anak. Padahal bukan maksud tak mau mengurus akta lahir anak, si orang tua tak memiliki uang untuk mengurus akta lahir anaknya. Itulah salah satu alasan kenapa orang tua si anak tak mengirim anaknya ke sekolah.

Kegiatan Ibu Angel mendidik anak anak tak mampu sudah berjalan lebih setahun. Bekerja karena panggilan hati. Bekerja bukan karena bayaran. Pada jaman sekarang sulit menenui pengorbanan seperti Ibu Angel. Pengrobanan Ibu Angel disambut dengan penuh semangat anak anak di sana meskipun saat waktu belajar terkadang ada beberapa anak yang tidak bisa hadir lantaran menemani orang tua mereka mencari ikan di Dam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: