Rumah Sehat Pekerja

Rumah pada dasarnya merupakan tempat hunian yang sangat penting bagi kehidupan setiap orang. Rumah bukan sekedar  tempat  melepas lelah setelah bekerja seharian. Rumah memiliki arti yang penting sebagai tempat untuk membangun kehidupan  sehat dan sejahtera. Rumah atau tempat  tinggal pekerja merupakan  kebutuhan  yang tak bisa ditawar.

 

Perumahan  pekerja sangat penting dalam proses  peningkatan  kinerja pekerja.  Rumah yang sehat dan layak huni  memiliki kondisi fisik, kimia, biologi di dalam rumah dan memungkinkan penghuni memperoleh  kesehatan  optimal. Rumah  tidak sehat berarti  rumah yang tidak  mendukung kesehatan penghuninya.

Idealnya sebuah rumah atau tempat tinggal  harus mempunyai fungsi sebagai berikut :

1. Mencegah terjadinya penyakit

2. Mencegah terjadinya kecelakaan

3. Aman dan nyaman bagi penghuninya

4. Penurunan ketegangan jiwa dan sosial

Apa sajakah yang perlu kita  tekankan  sebagai  rumah sehat. Di bawah ada beberapa yang perlu diperhatikan bagi pekerja yang memilih  rumah sebagai istananya, diantaranya: memiliki sirkulasi udara yang baik, penerangan yang cukup. Tersedia air bersih, adanya  Pembuangan air limbah yang diatur dengan baik agar tidak menimbulkan pencemaran. Bagian-bagian ruang seperti lantai dan dinding tidak lembab serta tidak terpengaruh pencemaran seperti bau, rembesan air kotor maupun udara kotor.

Rumah sehat  kini  mudah kita temui karena beberapa perusahaan telah membuat  perumahan karyawan atau mess karyawan yang layak huni. Pengelola Kawasan Industri Batamindo  kini memiliki  ribuan unit rumah  untuk tempat tinggal pekerja. Populer di sebut dormitory. Dormitory yang disediakan pengelola  Kawasan  Industri Batamindo tidak hanya memenuhi unsur di atas  tapi betul- betul  sangat dekat dengan lokasi pabrik sehingga pekerja yang tinggal di dalam areal perumahan dormitory  bisa  melakukan penghematan biaya transportasi. Dapat menggunakan sejumlah  fasilitas  untuk berolahraga  yang disediakan  secara gratis  oleh Pengelola  Kawasan Industri Batamino . Persyaratan Kesehatan Rumah Tinggal menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 829/Menkes/SK/VII/1999 adalah sebagai berikut:

1. Bahan Bangunan

a. Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan, antara lain sebagai berikut :

  • · Debu Total tidak lebih dari 150 µg m3
  • · Asbes bebas tidak melebihi 0,5 fiber/m3/4jam
  • · Timah hitam tidak melebihi 300 mg/kg

b. Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme patogen.

2. Komponen dan penataan ruang rumah

Komponen rumah harus memenuhi persyaratan fisik dan biologis sebagai berikut:

a. Lantai kedap air dan mudah dibersihkan

b. Dinding

  • · Di ruang tidur, ruang keluarga dilengkapi dengan sarana ventilasi untuk pengaturan sirkulasi udara
  • · Di kamar mandi dan tempat cuci harus kedap air dan mudah dibersihkan

c. Langit-langit harus mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan

d. Bumbung rumah yang memiliki tinggi 10 meter atau lebih harus­ dilengkapi dengan penangkal petir

e. Ruang di dalam rumah harus ditata agar berfungsi sebagai ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, ruang tidur, ruang dapur, ruang mandi dan ruang bermain anak.

f. Ruang dapur harus dilengkapi dengan sarana pembuangan asap.

3. Pencahayaan

Pencahayaan alam atau buatan langsung atau tidak langsung dapat menerangi seluruh bagian ruangan minimal intensitasnya 60 lux dan tidak menyilaukan.

4. Kualitas Udara

Kualitas udara di dalam rumah tidak melebihi ketentuan sebagai berikut :

a. Suhu udara nyaman berkisar antara l8°C sampai 30°C

b. Kelembaban udara berkisar antara 40% sampai 70%

c. Konsentrasi gas SO2 tidak melebihi 0,10 ppm/24 jam

d. Pertukaran udara

e. Konsentrasi gas CO tidak melebihi 100 ppm/8jam

f. Konsentrasi gas formaldehide tidak melebihi 120 mg/m3

5. Ventilasi

Luas  ventilasi a1amiah yang permanen minimal 10% dari luas lantai.

6. Binatang penular penyakit

Tidak ada tikus bersarang di rumah.

7. Air

a. Tersedia air bersih dengan kapasitas minmal 60 lt/hari/orang

b. Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan air minum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

8. Tersediannya sarana penyimpanan makanan yang aman dan hygiene.

9. Limbah

a. Limbah cair berasal dari rumah, tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari permukaan tanah.

b. Limbah padat harus dikelola agar tidak menimbulkan bau, tidak menyebabkan pencemaran terhadap permukaan tanah dan air tanah.

10. Kepadatan hunian ruang tidur

Luas ruang tidur minimal 8m2 dan tidak dianjurkan digunakan lebih dari dua orang tidur dalam satu ruang tidur.

Kondisi di Batam, pertumbuhan  rumah tinggal bagi pekerja  cukup tinggi. Tidak semua pekerja sanggup mengambil rumah. Tidak sedikit diantara pekerja  yang terpaksa  memilih hidup di ruli sebagai tempat tinggal. Ruli adalah pilihan  lantaran ada sebagian pekerja yang memiliki budget   tipis untuk  tinggal di perumahan. Namun  pemerintah  Kota Batam tidak ingin  kota Batam  dipenuhi  dengan  ruli. Karena itu pemerintah  daerah  berusaha  mengatasi  perumahan  kumuh  yang tidak layak huni  dengan  menggantikan  rusunawa.

Pemerintah Batam  punya target  membangun  enam rusun per tahun. Kini sudah ada 51 rusunawa milik Pemko Batam, Otorita Batam dan Jamsostek. Hingga tahun 2014  ditargetkan membangun  24 rusunawa baru.  Tahun 2025  ditargetkan ada 350 twin block rusunawa hadir  di Batam.

Pada  hari Jumat 8 Oktober 2010 lalu,  ada tiga Mentri negara  yang datang ke Batam untuk meresmikan rusunawa Kabil dan Mukakuning. Peresmian dilokasikan di Kabil. Ketiga menteri yang hadir adalah Mustafa Abubakar menteri BUMN, Muhaimin Iskandar menteri Tenaga Kerja dan  Suharso Monoarta menteri Perumahan Rakyat.

Rusunawa di Kabil dibangun di atas lahan 10 hektar. Di lahan ini akan di bangun 10 twin block.

Jamsostek baru saja membangun empat twin blok, satu blok di Mukakuning dan tiga blok di Kabil. Saat peresmian, Muhaimin mengatakan bahwa  salah satu keunggulan rusun di lingkungan kerja adalah penghematan biaya transport dan  dapat mengurangi  kecelakaaan di jalan raya lantaran  faktor jarak yang dekat ke tempat kerja.

Pembangunan  rusunawa  sebaiknya dibangun di lokasi strategis yang dekat dengan  tempat kerja dan  tersedianya aneka fasilitas pendukung. Ada  kasus menarik di Jawa. Pembangunan  rumah susun dibuat pada daerah  yang salah strategis.Berlokasi di  daerah  pinggiran dan jauh dari  tempat kerja. Rumah susun  seperti itu  di bangun di  salah satu daerah di Jakarta, ternyata  sampai saat ini tidak diminati oleh pekerja, lantaran  pekerja berat di ongkos  transport ke  lokasi kerja.

Gubernur Kepri H.M. Sani mengatakan bahwa ada 40 ribu  unit rumah di Kepri yang tak layak huni . Sani  menargetkan melakukan renovasi  rumah sebanyak  20 ribu  selama masa kepemimpinannya.

Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfah  mengatakan bahwa di seluruh dunia ada jutaan  orang yang tidak punya tempat  tinggal, butuh 200 juta pembanguna rumah setiap tahun. Di Indonesia sendiri pada tahun 2009  ada delapan juta orang yang tidak punya  tempat tinggal  dan baru 58 juta orang  yang tinggal di  rumah. Di negeri  ini kawasan kumuh terus naik  dari 54 ribu hektar kini telah menjadi 57 ribu  hektar kawasan kumuh. Kawasan kumuh  muncul lantaran  penghasilan  rata  rata  penduduk Indonesia  masih di bawah 4,5 juta per kepala atau  di bawah  harapan. Sementara  kredit  kepemilikan rumah  cenderung tinggi. Karena itu ia sangat  mendukung  program Jamsostek  yang  membangun rusunawa. Kini  Jamsostek memiliki dana pekerja yang tersimpan sebesar 4 triliun rupiah dari empat juta pekerja peserta Jamsostek.

2 Komentar (+add yours?)

  1. yudhistira
    Okt 19, 2010 @ 01:23:04

    komplit…..pak rus memang maknyos!

    Balas

  2. Fable Flash Fiction
    Okt 25, 2010 @ 01:21:47

    Kampan ya kantorku ada dana untuk itu🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: