Pelatihan LKS Bipartit Permen 32 Tahun 2008 di PT P&F

Bagaimana  tanggapan  pekerja terhadap  LKS (Lembaga kerja Sama) Bipartit. Persepsi  yang melekat  yang penulis temui dari  peserta pelatihan LKS Bipartit  adalah menganggap  LKS Bipartit wadah untuk  menyelesaikan  perselisihan  masalah. Wadah untuk menyampaikan  permasalahan. Ada juga  pekerja yang mengatakan  bahwa   LKS Bipartit  adalah  kendaraan  pengusaha untuk  menekan  pekerja.  Persepsi lain  adalah  LKS Bipartit  adalah  hanya  formalitas  semata  bagi perusahaan agar tidak  melanggar  Undang Undang tenaga kerja bila  pekerja  di sebuah perusahaan lebih dari lima puluh orang.

Persepsi pekerja terhadap  LKS Bipartit   yang menganggap  LKS Bipartit sebagai  wadah untuk  menyuarakan  dan menyelesaikan masalah  mayoritas  mengendap  pada diri pekerja  dan  manajemen. Sehingga  tidak heran banyak  pekerja yang kecewa terhadap LKS Bipartit. Begitu pula sebaliknya  banyak  pimpinan perusahaan  yang tidak ingin  mendirikan LKS Bipartit karena  berdasarkan pengalaman  pimpinan  perusahaan  lihat, LKS Bipartit  berubah menjadi  lembaga  penunut.

Kerancuan   cara pendapat terhadap LKS  bipartit  akan semakin  terjadi bila  tidak ada sosislisasi terhadap pengertian LKS Bipartit itu sendiri. Padahal sejatinya  LKS Bipartit  sebagai  lembaga  dan Bipartit sebagai   sistem (Perundingan Bipartit) adalah beda. Peraturannya  sendiri beda.

Bila  Bipartit   sebagai  lembaga  berati  merujuk ke LKS  (Lembaga Kerja Sama)  dengan dasar   hukum Permen nomor 32 tahun 2008.  Sedangkan  Bipartit sebagai sistem (Perundingan Bipartit)  adalah  sebuah proses  komunikasi antara  manajemen dan  pekerja  tanpa  duduk dalam suatu  lembaga bersama. Dasar hukum dari  bipartit  sebagai sistem  (perundingan bipartit) adalah peraturan menteri nomor  31 tahun 2008.

Fungsi  LKS  Bipartit  (Permen nomor 32 tahun 2008) adalah Sebagai forum komunikasi dan konsultasi antara pengusaha  dengan wakil serikat pekerja/serikat buruh dan/atau pekerja/buruh dalam rangka  pengembangan hubungan industri untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan, perkembangan perusahaan, termasuk kesejahtaraan pekerja/buruh.

Berdasarkan  bunyi  fungsi  LKS Bipartit di atas  mengatakan bahwa  LKS Bipartit  adalah forum komunikasi untuk  mengembangkan hubungan indutri  untuk  kelangsungan hidup perusahaan .

Sedangkan Bipartit  sebagai sistem    titik beratnya  ada  pada  perundingan bipartit. Pengertian  Perundingan Bipartit adalah perundingan antara pekerja.buruh atau serikat pekerja/serikat buruh dengan pengusaha untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial dalam suatu perusahaan. Dalam hal ini  bipartit sebagi  sistem (Perundingan Bipartit) bukan sebuah lembaga  kerja sama. Karena  perundingan bipartit  tidak memeiliki  organisasi  atau struktur. Saat  pekerja  melakukan  perundingan  dengan manajemen tentang perselisihan  maka pada saat itulah terbentuk Perundingan Bipartit.

Dalam rangka  memberikan penyegaran terhadap  pengurus LKS Bipartit,  PT P&F Lobam menyelenggarakan pelatihan LKS Bipartit berdasarkan  Permen Nomor 32 tahun 2008. Pelatihan diselenggarakan pada hari  Senin 11 January 2010 bertempat di training Room PT P&F.  Jumlah peserta yang mengikuti  pelatihan sebanyak 20 – an peserta dari perwakilan manajemen dan perwakilan pekerja. Fasilitator pelatihan adalah konsultan Human Resourse  Service  PT Tunaskarya Indoswasta  yakni  Endra Alamsyah dan M. Rusli. Pelatihan  berlangsung  dari pukul 10.00  hingg  15.00.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: