Mengapa LKS Bipartit Penting

Mengapa LKS Bipartit itu penting? Jawabnya adalah sama  pentingnya dengan keberadaan sayap  atau mesin bagi pesawat terbang.

Ketika perusahaan sudah dibentuk. Struktur  organisasi sudah dipasang. Orang orang hebat di bidangnya  ditempatkan pada posisinya.  Roda organisasi  mulai berputar.  Semangat bekerja  sedang melambung.

Waktu berlalu. Perusahaan tetap mengharapkan produktivitas. Rasanya  menyenangkan. namun  keindahan seperti itu hanya ada  dalam  dongeng.  Nyatanya  banyak perusahaan  akhirnya tumbang. Banyak perusahaan  digilas perubahan. Perusahaan hebat yang dulunya   harum namanya  dan menjadi  idola tinggal nama.

Jaman berubah. Perusahaan yang tidak bisa beradaptasi  akhirnya  ditinggalkan  oleh  konsumen.

Ketika  faktor  eksternal  dan internal  mempengaruhi  kinerja  dan  produktivitas. Manajemen serasa kehilangan ide. Solusi  jalan ditempat.  Produktivitas menurun. Revenue  turun. Trust  hilang. Rasanya tinggal  menunggu  kematian.

Ketika  terjebak dalam comfort zone. Orang  orang  hebat  sudah mulai meninggalkan  perusahaan.  Perusahaan  hanya  ditempati  pekerja reaktif  yang  doyan  menunut. Seperti yang sudah  sudah,  Perusahaan  yang berada dalam kondisi seperti ini akan menjadi sejarah.

Apa yang harus dilakukan? Transformasi. Kompas  adalah salah satu  perusahaan yang melihat  transformasi  sebagai solusi. Saat  produk  Gramedia mulai ditinggal  pasar,  Gramedia  melakukan  transformasi.  Produk  cetakan yang  selama ini jadi andalan  disesuaikan dengan kebutuhan jaman. Pembaca  suka dengan  gawai. Pembaca  yang tak tertarik dengan buku cetakan  lebih memilih  membaca  di komputer jinjing mereka.

Kembali ke Perusahaan  yang melakukan transformasi.  Pilihan apa yang bisa diandalkan  untuk  menjaga perusahaan  tetap berada  dalam  koridor. Produktif, hubungan manajemen dan karyawan harmonis. Jawabnya  adalah LKS Bipartit.

Di LKS Bipartit  sinergi dibangung.  Manajemen  tidak lagi  otoriter dan  Komunikasi satu arah. Dengan jalanya  LKS  Bipartit    ada  engagment antara   manajemen  dan karyawan.  Ada  kesetaraan antara manajemen dan karyawan dalam mencegah  miss komunikasi.  Ada trust yang dibangun.

Karena  itulah kita butuh LKS Bipartit. Bukan perundingan Bipartit.

 

 

LKS Bipartit PT Ciba Vision

Pelatihan LKS Bipartit adalah salah satu program yang penting bagi pengurus LKS Bipartit. Pemahaman LKS Bipartit menjadi prioritas bagi pengurus. Selama tiga tahun akan menjadikan LKS Bipartit sebagai wadah wakil bekerja dan wakil manajemen bekerja sama dan mengantisipasi permasalahan hubungan industrial. Hal yang berbau LKS Bipartit tentunya menjadi perhatian pengurus.

Pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2016 lalu PT Ciba Vision mengadakan pelatihan LKS Bipartit bagi pengurus LKS Bipartit. Bertempat di Harris Hotel Batam Center. 20 peserta mengikuti acara ini. Sambutan dari pimpinan mengingatkan peserta agar proaktif dan menjadikan LKS Bipartit sebagai wadah komunikasi yang efektif.

Pelatihan berlangsung dari pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 16.00. Fasilitator pelatihan adalah M. Rusli Kepala P2SDM Batam. Pelatihan berlangsung menarik. Fasilitator membawakan materi pelatihan menggunakan pendekatan VAK atau Visual Audio dan Kinestesik. Selain materi dari fasilitator, Pengurus periode lama memberikan gambaran program yang telah dikerjakan dan akan diteruskan oleh pengurus yang baru.

Peserta sangat santusias. Sejumlah pertanyaann dilontarkan. Diskusi kelompok berjalan dinamis. Penekanan pelatihan ini adalah pada aspek hukum LKS Bipartit sesuai Permen 32 tahun 2008. Fungsi LKS Bipartit dan Tugas LKS Bipartit. Sukses bagi pengurus LKS Bipartit PT Ciba Vision Batam.

Rubah Keyakinan Pencari Kerja

Pagi ini entah kenapa saya dituntun oleh otak saya untuk menulis tentang keyakinan. Jam di tangan kiri saya menunjukkan pukul 09.55. Wah masih enak untuk menulis pikirku. Sebelumnya urusan domestik udah kelar. Sebagai warga Bulok (Bujang lokal) hari Minggu adalah hari yang menyenangkan untuk jalan jalan ke pasar pagi.

Di pasar berjumpa dengan tukang parkir.  Kadang bikin kesal karena menuntut uang karcis.  Entah disetor ke pemerintah atau tidak. Ada perasaan tak nyaman ketika berjumpa dengan tukang parkir di pasar. Bermodal baju seragam parkir. Baju seragam mereka tidak ada yang terkancing rapi. Sah sebagai petugas. Punya hak menarik uang  parkir senilai 1000 rupiah per motor.

Di tangan kiri mereka ada puluhan uang seribuan yang sudah lusuh. Sumpritan memekakkan telinga saat memberi perintah. Ah menyebalkan, pikirku dalam hati.

Ingin rasanya kutabrak saat melintas di depannya.

Para tukang parkir tak kenal panas. Tangguh. Bersemangat menarik uang parkir

Bejalan di bawah terika matahari yang menyengat. Tukang parkir penuh keringat. Tukang parkir tidak memakai topi. Aduh kasin juga pikir saya akhirnya. Padahal dia bertanggung jawab mengatur kendaraan di area parkir sepanjang hari. Bahkan ketika saya mengamati ujung kaki sang juru parkir  memakai sandal jepit. Seandainya terlindas roda kendaraan bisa kena kecelakaan kerja. Hmm, pikiran saya melambung juah hingga pelayanan BPJS.

Meski berpenampilan kurang dalam good looking namun di sisi lain para tukang parkir memiliki kelebihan. Grooming mereka ciamik. What! jangan heran dulu, meski penampilan di bawah standar,  mereka memiliki sikap positif, behavioral yang positif, mind set yang positif, kalimat yang didasari magic word.

Di situ saya sadar. Para tukang parkir ternyata ramah meski muka seperti wajah tukang begal.

Saya yang tadinya kesal berubah jadi kasihan. Hanya karena berpikir negatif jangan jangan uang parkir tersebut tidak dipertanggungjawabkan. Pikiran jelek itu akhirnya saya buang.

Para tukang parkir adalah orang yang baik. Jauh lebih baik dibanding oknum eksekutif dan legislatih yang mencuri uang rakyat. Yang kerjanya hanya duduk duduk beberapa jam di kantor yang sejuk dan bersih dan ditemani para sekretaris cantik namun punya penghasilan puluhan juta rupiah sebulan. Yang hanya pandai beretorika namun tidak ada wujud dan nilai tambah.

Para tukang parkir justru menjadi bagian solusi ketenagakerjaan. Batam susah cari kerja Bung! begitu keluhan para pencari kerja pria. Karena minim kompetensi dan tidak memiliki akreditasi, Hanya mengandalkan ijasah kertas. Ribuan pencari kerja berserakan di jalan. Putus asa karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Putus asa karena tidak memiliki penghasilan. Putus asa karena tidak memiliki gairah. Putus asa karena tidak memiliki kebanggaan.
Tukang parkir adalah solusi. Meski di pasar tradisional. menjadi tukang parkir adalah salah satu cara mengurai benang kusut masalah ketenagakerjaan di Batam.

Dari kisah tukang parkir di pasar dan pencari kerja di Community Center Muka Kuning. Ada dua sikap yang menjadi perhatian saya. Pertama tukang parkir, meski terlihat tidak bergengsi dan berpenampilan menarik namun punya harga diri. Memiliki penghasilan dari usaha parkir.

Yang kedua pencari kerja yang hanya mengeluh di sosial media karena menganggur. Menyalahkan peraturan, menyalahkan MEA, menyalahkan pengelola kawasan industri. Hanya jadi korban.

Apa yang membedakan keduanya. Jawabnya adalah keyakinan.

Sang juru parkir memiliki keyakinan bahwa bekerja tidak harus di tempat sejuk dan berpakaian necis. Bekerja adalah menolong. Bekerja adalah memberi solusi. Bekerja itu melayani. Membantu para ibu ibu di pasar mengamankan kendaraan dan mengatur parkir dengan mudah sehingga ibu ibu yang belanja tidak kesulitan saat mengeluarkan motor dari rapatnya kendaraan roda dua.
Pencari kerja yang menganggur dan tetap bertahan dengan cara cara dan keyakinan lama. Mencari pekerjaan bermodal ijasah. Tetap bertahan dengan keyakinan ini. Akhirnya kehabisan modal. Akhirnya memeilih pulang kampung. Bercerita ke sanak keluarga bahwa Batam tidak lagi menjadi surga kerja.

Kini jaman kompetensi. Ijasah segunung pun tanpa adanya kompetensi makin tidak laku dalam proses rekrutmen. Keyakinan harus dirubah. Cara cara lama mesti dibenahi.

Jangan terkebak dengan gelar akademis. Itu bukan jaminan. Sekarang jamannya manusia pembelajar. Belajar di kehidupan. Seperti para tukang parkir di dekat komplek perumahan saya.

Selamat Datang Tahun 2016

7 Januari 2016. Saya mulai  membuka blog  saya lagi.  Ada rangkuman dari Worpress.com. Laporan Marumpa wordpress.com tahun 2015.  Lumayan  banyak pengunjungnya. Meski tidak    sebanyak tahun tahun sebelumnya.  Saya akui  produktifitas  saya  menulis   rendah.  Namun semangat mengikuti  sang Guru  Pramoedya  Ananta  Toer   rajin menulis selalu terngiang di kepala.  Paling tidak jangan sampai  berhenti menulis.  He he he.  Dengan  cara mengasah menulis, akan lahir karya  yang baik, pikir saya dalam hati, sembari  membayangkan  novel Bumi  Manusia.

IMG_7478

Karya   tidak  boleh membeku di dalam otak.  Ide, rencana, pemikiran  harus dikeluarkan dari   comfort zone.  Harus  diwujudkan dalam bentuk tulisan.  Begitu suara hati  saya. Pikiran bawah sadar  akan protes bila saya hanya  jago berteori  tapi tidak bertindak.  Terima kasih ke pikiran bawah sadar saya yang begitu  rajin mengingatkan saya untuk terus  mengaktualisasikan  ide penulisan  saya.

Saya akui pikiran bawah sadar saya  sangat cerdas  dan  lebih  powerfull  dibanding  pikiran sadar saya.

Ide, Pemikiran, Konsep  itu bagus.  Tahun 2016  harus berubah. Saya tidak  mau  dan lagi  dipenjara  ide. Ide itu harus terbang. Konsep itu harus dilepas. Saatnya  implementasi.  Seperti burung Merpati. Mengepakkan sayapnya. Terbang. Waktunya   merubah  ide menjadi realitas. Sekarang.

Guru Imajiner saya  Steven Covey  penulis buku terlaris sepanjang sejarah Tujuh Kebiasaan Efektif Manusia  mengajarkan  pentingya  bertindak. Hanya pecundang, hanya  orang reaktiflah yang selalu  menunda  dan berkata,”  Bila saya…., jikalau  saya….., seandainya saya…,  namun  tidak ada realisasi. Steven Covey  menawarkan  cara  efektif  yakni  Proaktif. Berinisiatif   dan bertanggungjawab  terhadap  segala pilihan yang  kita  ambil. Steven Covey   mengingkatkan   bahwa  saya  bukan korban, saya  punya pilihan.  Pesan  pesan  Steven  Covey menari   di  sel sel otak saya.

Tahun 2015  terlampaui begitu cepat. Seolah olah baru  kemarin  menginjak  Januari 2015.  Tak terasa  Januari  2016 pun  sudah kulangkahi tujuh hari. Berbagai   tantangan baru  bermunculan. Masyarakat Ekonomi Asean salah satunya. Tanpa  kusadari sudah berlaku.

Ternyata  banyak profesional tak siap menghadapi MEA. Dua minggu sebelum  menutup  tahun 2015  saya sempat mengikuti  workshop  tentang  pelatihan  tenaga kerja di Batam. Ada  pembicara dari Disnaker Pusat.  Difasilitasi  oleh  Disnaker Kota Batam. Dihadiri  oleh perwakilan  Lembaga  pelatihan  swasta dan pemerintah. Kesimpulan  yang saya dapat   adalah  rangkaian  regulasi yang  tidak memberikan  jawaban kongrit terhadap  pengembangan Sumber Daya Manusia  negeri ini.

Kaya  aturan  tapi miskin realisasi. Akhirnya  saya berpikir  kita tak memiliki  konsep menghadapi MEA.   Tidak punya  konsep  ya  itulah adanya. Meski  MEA tinggal beberapa  minggu lagi. Tidak punya  pedoman atau SOP, tidak punya  panduan  menjalankan MEA. Yang terjadi adalah  keributan  dan keluh  kesah  ketidaksiapan menghadapi MEA.  Ada yang mengatakan bahwa  yang siap menghadapi  MEA  hanya pemerintah, tapi  penduduknya  tidak siap. Ada yang menyalahkan  kurangnya sosialisasi. Yang  bermunculan adalah  sikap  negatif. Sikap reaktif  dengan  berlakuknya  MEA.

Persis  seperti kisah  Hwo Move My Chesee dimana  sang Kurcaci hanya sibuk menggerutu dan mengeluh saat perubahan terjadi. Tidak bertindak  akhirnya  terancam kelaparan. Digilas oleh perubahan.

Kondisi bangsa kita saat ini persisi seperti kisah  Kurcaci dalam buku  Hwo Move My Chesee. Sibuk mengeluh,  menyalahkan,  marah, bukannya  mencari solusi.

Agar tidak jadi korban, agar tidak seperti si Kurcaci. Saya memilih diam. Dengan cara   mengajak  sang  otak  dan pikiran  untuk  bekerja  menemukan solusi.  Hanya  dengan melangkahlah kita akan  berada  di garis finis. Tanpa langkah awal maka tak akan ada  hasil akhir. Karena itu  tahun 2016 saya  harus  melangkah.  Lalu melampau target  yang dibentang.  Selamat datang  2016. Semoga tahun 2016 mampu  menyelesaikan  rencana  yang pernah saya gagas. Saatnya bekerja. Semangat. Contagious.

 

 

 

 

2015 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 38.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 14 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

The Best

Menjadi yang terbaik.  Posisi ini  bisa diraih siapa saja. Orang terbaik  melewati perjalanan, berliku  dan  berbagai cobaan  serta ujian. Kita tahu Idris  Sardi  pemain biola   hebat tanah air. Dia  mulai  berlatih  Biola sejak kecil. Saat remaja  sudah ikut konser. Begitu dewasa  menjadi pemain biola terbaik tanah air.

David Beckham  pemain bola  yang jago  tendangan jarak jauh. Dia salah satu  andalan MU  dan Real Madrid. Kehebatan  Beckham adalah saat melakukan tendangan jarak jauh. Selalu akurat.  Beckham  kini sudah pensiun dari  pemain bola profesional. Beckham menikmati  penghasilannya dari main bola.  Punya rumah mewah, mobil mewah dan bisa  jalan jalan  ke tempat  indah  di dunia.

Idris Sardi dan David Beckham  meski berbeda   latar belakang  namun memiliki kesamaan. Keduanya  telah melewati latihan 10.000  jam. Mereka  jadi  Master.

Masa  masa latihan David Beckham  berbeda  dengan  pemain  bola   lainnya. Ketika   pemain bola biasa berlatih  tendangan  jarak jauh  hanya  hitungan  puluhan kali, maka  Beckham  melakukan  hingga  ratusan kali. Itulah yang membedakan. Beckham  fokus  pada  bidang  yang ia geluti. Ibarat  tetesan  air  yang  menimpa  batu. Lama  kelamaan    akan terbentuk  lubang  pada  batu  karena  faktor tetesan  air tersebut.

Jadilah yang terbaik. Fokus.

Galeri

Team Building PT BIC Batch ke-6 Bintan Agro

IMG_3104Team Building  PT BIC Angkatan ke-6  dilaksanakan  di  salah satu di Resort  di Bintan. Namanya adalah  Bintan Agro. Kegiatan  team building  ini  merupakan  rangkaian  kegiatan   pelatihan  yang digabung dengan  rekreasi. Namanya edutainment.

Team building  di PT BIC  sudah   sering dilakukan.  Pada tahun 2013  diadakan di  Tanjung Pinggir Sekupang Batam. Konsepnya  berkemah di alam terbuka  sembari  mengikuti rangkaian game, assesmen, dan mini seminar. Mini seminar  pada malam  hari. Kegiatan  mini seminar  agak beresiko karena  tergantung cuaca.   Lokasi kemah berada di  dekat pantai.

Tahun 2014  lokasi  outbound  pindah  ke  Resort.  Pada tahun ini ada dua angkatan. Rangkaian game  dilaksanakan di  pantai.  Mini seminar  di ruang  pertemuan  yang ber AC.  Peserta senang. Bisa belajar  di alam dan di dalam ruangan dengan  nyaman.

Tahun 2015  berlanjut. Ada empat angkatan   yang dilaksanakan. Tempatnya  tetap di Bintan Agro. Peserta makin antusias  mengikuti acara  setelah  dapat testimonial dari peserta yang lebih awal bergabung.

Rangkaian game  yang dibawakan  berhubungan pada  topik   kepemimpinan, kerjasama tim, komunikasi, service,  perubahan  hingga  mengelola stres.  Tim trainer berasal dari P2SDM   yang  sudah berpengalaman   lebih dari 15  tahun.

 

IMG_3125

IMG_3456

IMG_3108

IMG_5586

IMG_5861

IMG_6232

IMG_6383

IMG_5675

IMG_5736

Previous Older Entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.