Team Building PT Indomarko Batam

IMG_0067 IMG_0107 IMG_0137 IMG_0367 IMG_0346 IMG_0587 IMG_0694

Change Mindset Ditpam BP Kawasan Batam

IMG_1514 IMG_1519 IMG_1531 IMG_1532 IMG_1537 IMG_1544 IMG_1546 IMG_1556 IMG_1535 IMG_1573 IMG_1574

SOP Awareness PTSP BP Kawasan Batam

IMG_1447 IMG_1445 IMG_1452 IMG_1468 IMG_1477 IMG_1457 IMG_1471 IMG_1465 IMG_1461 IMG_1462 IMG_1442 IMG_1459

Pelatihan 5 S PT SDM Jakarta

IMG_0879 IMG_0888 IMG_0894 IMG_0889 IMG_0940 IMG_1014 IMG_1054 IMG_1047

Ketika Data Tidak Lagi Akurat

Saat ini buruh di Batam  lagi protes    berhubungan  pemberitakan mengenai  perusahaan  yang  hengkang dari Batam.  Perusahaan  dikatakan  meninggalkan  Pulau Batam karena  demo  buruh.  Ekspatriat  takut dengan  demo buruh. Salah satu perusahaan  yang  diberitakan  hengkang adalah  PT  Seagate.  Inilah yang jadi masalah karena  PT ini yang dulunya beroperasi di Kawasan Industri  Batamindo  adalah  perusahaan  yang sudah lama  tutup  sebelum  maraknya demo  Serikat Pekerja.  Media  yang memuat  pernyataan  pengusaha  mengenai  maraknya demo di Batam  yang mengakibatkan  perusahaan  hengkang  adalah  Detik.

Buruh di Batam pun protes.  Sosial Media (Facebook)  menjadi  media  protes  yang dilakukan oleh buruh.  Wajar mereka  tak terima karena  buruh  adalah pelaku sejarah. Seperti  pernyataan  mantan karyawan Seagate. Bernama Dedi Suryadi  karyawan PT Seagate dari 1996 hingga 2001. Dedi   tahu sejarah  karena  ia  ikut  peralihan PT Seagate lalu dijual  menjadi  PT Beyonics. PT Seagate fokus pada  R&D.

Kalau dulu  jaman orde baru  kekebasan  buruh di bungkam.  Tahun 2000  UU No. 21  Serikat Pekerja  disahkan.   Sejak tahun 2001  kita lihat perjalanan  Serikat Pekerja dan Serikat Buruh.  Seiring  Undang Undang  21  tahun 2000  tentang  Serikat Pekerja  di berlakukan  setelah  itu  berdiri jugalah  Perikat Pekerja  atau Serikat Buruh. Demo  karyawan di  Muka Kuning  menurut pengamatan penulis baru mulai marak pada tahun 2001. Aksi demo di Kawasan Industri Batamindo  sesungguhnya  sudah  terjadi sejak tahun 2001. Demo   menyangkut tuntutan  normatif  dan non normatif.

Saat itu  PT  Seagate  berubah menjadi  PT Beyonics.  Jadi perlu diluruskan bahwa   Serikat  Pekerja dan Serikat Buruh  mulai  unjuk gigi  justru  pada tahun 2001. Di lain pihak  pihak pengusaha  juga  perlu  mengecek sejarah  karena  PT Seagate  adalah  perusahaan  yang tutup   lama  namun  dijadikan  contoh  perusahaan  yang  tutup  pada saat ini (2015)  karena  maraknya aksi demo  buruh.

Ya,  PT Seagate udah lama tutup   tak elok lah rasanya  kalau dijadikan  contoh soal  oleh pengusaha. Pengusaha mengatakan,  kini (2015)  beberapa perusahaan  hengkang ke luar negeri karena maraknya aksi demo karyawan. Artinya  pengusaha tak mengecek  data akurat tentang  perusahaan  yang benar-benar  tutup karena  aksi demo  pekerja. Wartawan Detik  juga  tidak mengindahkan  kode etik jurnalitik. Sang wartawan  harusnya  mematuhi prinsip  cek and re-cek.

Wartawan,   Buruh  dan  Pengusaha  perlu  berbicara dengan  data. Tidak sekedar  berbicara.  Kesalahan data  menyebabkan  pengambilan keputusan  menjadi bias.  Pengusaha, Pemerintah, Pengusaha  dan  Buruh   perlu duduk bersama melakukan  penelitian bersama.  Tidak bisa  berdiri sendiri  sendiri  dan hanya mengandalakan  perasaan. Data harus berbicara.  Setahu  saya  perusahaan  yang tutup  penyebabnya beragam.

Yang  paling disayangkan  adalah  pihak  Detik   yang  tidak  melakukan pengecekan data  di lapangan.  Sekadar wawancara  saja  bukan jaminan. Hal hal yang sifatnya  pertentangan dan  sensitif  seharusnya disikapi dengan hati hati. Wartawan   yang bekerja   di kejar  dead line  memang ingin tampil   terdepan dan paling pertama  dalam  pemberitaan. Namun  alangkah  sia sianya bila  berita yang dihasilkan  hanyalah sampah.

Lukisan Anak Dormitory KIB Part II

20140830_185118[1]

Wenny and Rusli

Walid and Mother

Keluarga Pak Kamal

Trio P2SDM

toba

kaligrafi

Sang Supervisor

Sebut namanya Ahmad. usia 45 tahun. Pendidikan Sekolah Menengah Atas. Dipromosikan sebagai Supervisor.  keterampilan  Ahmad  sangat baik.  Ahmad dihormati  rekan rekan kerjanya. Saat menjadi supervisor  Ahmad  mengalami kesulitan  saat  memberi tindakan disiplin ke  anak buahnya.  Ahmad  kesulitan menjalin  komunikasi.  Ahmad merasa  tak  enak  menegur bahwannya karena  dulu saat  bekerja   sama  sama dari bawah dengan rekan rekannya  yang sekarang ia  pimpin. Ahmad  menjadi  stress. Ahmad  merasa tak  pantas menjadi supervisor. Kalau di suruh memeilih memilih jadi   anak buah saja.

Kondisi seperti  Ahmad  banyak penulis temui di lapangan.  Kondisi seperti Ahmad  yang  bagus di bidang skill namun  lemah di bidang hubungan antar manusia.  Padahal untuk menjadi seorang supervisor  keterampilan (skill)  bukanlah yang paling utama. Seorang supervisor justru banyak menghabiskan  waktu mereka  menangani  hubungan antar manusia.

Supervisor adalah seorang pemimpin. Supervisor bisa mempengaruhi bawahan untuk mencapai tujuan. Supervisor yang gagal memimpin pasukannya dapat menimbulkan efek negatif pada anak buahnya. Seperti adanya penolakan dari bawahan. Tidak mendapat komitmen dari bawahan. Tidak adanya kepercayaan dari bawahan. Tidak adanya motivasi bawahan. Dan beberapa dampak negatif lainnya. Tentunya sebagai seorang supervisor tak menghendaki dampak negatif itu terjadii. Seorang supervisor mengharapkan rencana kerja yang telah di buat dapat dicapai dengan efektif.

Selama penulis memberikan pelatihan kepemimpinan untuk level supervisor sering mendapatkan permasalahan seputar kelemahan komunikasi sang supervisor. Gap yang muncul adalah masih lemahnya para supervisor dalam hal membangun hubungan antar manusia. Sebagian besar supervisor sangat bagus di bidang keterampilan.

Dulu saat awal bekerja. Sang Supervisor adalah lulusan Sekoah Menengah Kejuruan. Mereka piawai dalam keterampilan. Saat bekerja kinerjanya menonjol karena porsi utama yang dikerjakan adalah keterampilan. Atasan memilih mereka jadi leader lalu diangkat sebagai supervisor. Masalah mulai muncul ketika sang supervisor membawahi puluhan anggota. Keterampilan di bidang teknikal tidak lagi satu satunya pegangan. Sang Supervisor harus memiliki kompetensi lainnya seperti kemampuan berkomunikasi, memahami kepribadian orang lain, memahami situasi anak buah, mampu memberikan motivasi, menjalankan delegasi, melakukan couching dan conseling. Sang supervisor juga tidak bisa lepas dari siklus manajemen berupa Perencanaan, pengorganisasian, pengawasan.

Supervisor juga wajib mengikuti perubahan. Kini generasi pekerja dibagi menjadi tiga. Ada generasi Y, generasi Z dan generasi X. Tiap tiap generasi mempunyai pendekatan yang berbeda. Saatnya supervisor berubah.

Previous Older Entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.