Buku Harian Moni

Sinar matahari pagi menerobos masuk ke kamar dormitory. Minggu pagi ini Moni sengaja bermalas-malasan. Ia tidak bangkit dari tempat tidur dan mandi. Sebulan terakhir ia lembur di PT. Kini ia akan memanjakan badannya. Hari Minggu adalah hari yang sangat berarti. Banyak pilihan yang bisa dilakukan Moni. Seperti minggu-minggu sebelumnya kalau ia tidak ada jatah lembur. Ia memilih ikut dengan teman-teman Club Pencinta Alam Cumfire menjelajahi hutan yang ada di Batam. Moni paling suka hutan yang ada di Sungai Ladi. Pohon yang ada di hutan Sungai Ladi masih segar. Udara bersih. Kicau burung menghibur hati.

Lagi

Mendung Menyelimut di Kampung Aceh

Normah duduk sambil menggendong bayinya yang masih berusia enam bulan. Penuh kasih sayang Normah memberi asi pada bayinya. Bayinya ia panggil sayang, Galang. Bayi kecil yang sehat dan tidak suka menangis tersebut bersemangat menetek pada puting susu ibunya. Ia tampak sangat lapar, tak lama kemudian Gilang tertidur di pangkuan Normah. Normah memandang wajah Gilang dengan mesra. Ia selalu berbahagia bila memandang wajah mungil itu, meski segudang masalah sedang menggerogotinya.

Usai memindahkan Gilang ke tempat tidur. Normah beranjak ke dapur untuk mempersiapkan makan malam. Namun belum sempat menyalakan kompor minyak tanah, Normah tersentak. Budi suaminya datang menghampiri dengan jalan sempoyongan. Bau alkohol keluar dari mulut Budi. Wajahnya merah. Ia baru pulang dari lapak tuak yang ada di pojok kios Simpang Dam.

Lagi

BIMA

Jam beker berdering. Bima membuka matanya berat. Jam telah menunjukkan pukul 04.30. Bima terbiasa menggunakan Jam beker untuk membangunkan dirinya. Bima punya banyak kesibukan. Setelah bekerja seharian sebagai pelayan di pujasera, malamnya ia juga bekerja sebagai tenaga pemijit panggilan. Lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.