Pembekalan Karyawan Ciba Vision Johor Baru

PT SDM Batam sebagai perusahaan yang memiliki licensi untuk mengirim tenaga kerja formal ke luar negeri kembali memberangkatkan 15 tenaga kerja formal untuk posisi operator produksi untuk perusahaan Ciba Vision di Johor Bahru pada tanggal 9 Mei 2012.

Sebelum pemberangkatan tepatnya pada hari Senin 7 Mei 2012 diberikan pelatihan soft skill mengenai Change Paradigm. Materi ini dibawakan oleh M.Rusli dari P2SDM. Materi change paradigma menekankan pada aspek pentingnya melakukan perubahan.

Peserta juga diberikan bekal mengenai etos kerja. Sebagai duta negara. Para tenaga kerja yang ditempatkan di luar negeri diyakinkan bahwa keberadaan mereka di luar negeri sama halnya espatriat yang berada di Indonesia. Mereka harus bangga karena memiliki keahlian di bidang production khususnya di bidang perlengkapan kesehatan. Rusli selaku Kadiv P2SDM menekankan kepada peserta pelatihan bahwa stigma negatif yang berkembang saat ini tentang tenaga kerja diluar negri harus dilawan dan dihapus dengan cara menjadi seorang profesional.

Kegiatan QCC PT Dynacast

Sebagai perusahaan yang peduli pada peningkatan kualitas, PT Dynacast Batam tidak mau berdiam diri. Sejak tahun lalu karyawan PT Dynacast yang merupakan rekrutan PT Tunaskarya Indoswasta mendapatkan pelatihan Komitmen terhadap Quality, Quality Awareness dan Tools of QCC. Berlangsung selama tiga batch. Setelah pelatihan berakhir diteruskan pada tahapan implementasi QCC. Hingga memasuki bulan April 2012, sudah ada dua team Quest yang melaksanakan QCC. Saat ini kedua tim tersebut sudah memasuki tahapan Do.

Tim Fasilitator dari Tunaskarya Indoswasta terdiri atas Pak Citro, Alfa, Aan, Andre dan M. Rusli sejak awal pelatihan hingga pendampingan QCC terus melakukan koordinasi. Pada tanggal 3 hingga 5 April 2012 Tim trainer dan Pendamping melakukan pertemuan untuk melakukan analisa kegiatan QCC yang dilakukan di PT Dynacast. Pak Citro sebagai Senior di bidang Quality memberikan masukan untuk penyempurnaan.

Tim trainer juga melakukan Gemba ke PT Dynacast mendampingi Fasilitator. Kegiatan QCC diakui menghadapi kendala, meski demikian tidak mematikan semangat anggota QCC PT Dynacast untuk terus melakukan brainstorming. Pak Citro sebagai mentor QCC mengharapkan alur berpikir QCC tetap berada di relnya agar kegiatan QCC dapat menemukan dan memberikan perbaikan terhadap perusahaan. Juga terhadap peningkatan kemampuan memecahkan masalah. Selamat melakukan QCC.

Foto Kegiatan Commitment Building Program Part II PLN Batam

Commitment Building Program Part II PLN Batam

PT PLN Batam kembali melakukan Commitment Building Program (CBP) Part II pada tanggal 20, 21, 22 April 2012. Berlokasi di Pantai Khasanah Melayu Barelang. Pada angkatan yang kedua ini peserta berasal dari Divisi Pembangkit dan Penyaluran. Peserta CBP yang mengikuti kegiatan ini juga dibagi menjadi enam kelompok. Masing masing kelompok didampingi seorang fasilitator dan seorang co trainer.

Hari pertama CBP Part II dibuka secara resmi oleh Direktur SDM dan Administrasi PT PLN Batam , Sumarsono. Sebelumnya Herdy Setiawan selaku wakil Direktur SDM dan Administrasi meyampaikan laporan singkat tentang pelaksanaan CBP Part II ini. Sumarsono dalam ceramahnya mengatakan pentingnya meningkatkan SDM di PT PLN Batam. SDM adalah aset yang menentukan keberhasilan sebuah perusahaan. Sumarsnono mengatakan Pengembangan SDM adalah vital. Sumarsono mengatakan bahwa PLN Batam komit dalam meningkatkan SDM di PLN Batam. Sumarsono Menjabat sebagai Direktur SDM dan Administrasi sejak Juli tahun 2010. Tahun 1980 meraih gelar AhT dari Pendidikan Ahli Teknik Jurusan Teknik Listrik Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan pada Tahun 1994 lulus sebagai Sarjana Teknik Listrik dari Sekolah Tinggi Teknik Padang. Meraih gelar Magister Manajemen di Universitas Diponegoro pada tahun 2003.

Usai pembacaan doa diteruskan dengan pembentukan tim. Ada enam tim yang dibentuk. Masing masing tim diberi slayer dengan warna yang berbeda beda. Kegiatan di hari pertama berlanjut pemberian materi Motivasi, Inovasi dan GCG. Ada tiga direktur yang membawakan materi. Yakni Direktur Teknik PLN Batam M Tagor EB Sidjabat, Direktur Keuangan Ardian Cholid dan Direktur Perencanaan Fahmi El Amruzi. Masing masing Direktur membawakan materi dengan menarik. Tiga materi dibawakan pada malam pertama CBP Part II.

Direktur keuangan PLN Batam Ardian Cholid Menjabat sebagai Direktur Keuangan sejak Juli tahun 2010. Lulus sebagai Sarjana Ekonomi dari Universitas Pancasila Jakarta tahun 1994. Meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Indonesia pada tahun 2000. Ardian menekankan pentingnya GCG diterapkan di PT PLN Batam. GCG adalah mutlak dilakukan. Direktur keuangan menekankan kepada peserta manfaat melaksanakan GCG di PT PLN Batam hingga Whistleblowing System. Materi yang dibawakan oleh Direktur Keuangan menarik minat peserta. Penyampaian juga dibawakan dengan bahasa sederhana meski topik materi yang dibahas adalah serius.

Direktur Perencanaan PLN Batam Fahmi El Amruzi, Menjabat sebagai Direktur Perencanaan sejak Juli tahun 2010. Lulus sebagai Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung tahun 1993. Meraih gelar Master of Business Administration dari University of Missouri Saint Louis (UMSL) -USA pada tahun 2006. Fahmi tampil dengan membawakan kisah motivasi. Kisah yang dibawakan adalah perjalanan salah seorang menteri di Timur Tengah dari kecil sebagai pegawai rendahan hingga menjadi seorang menteri negera di bidang ketenagakerjaan.

Pada hari kedua, Materi yang dibawakan oleh fasilitator adalah Maze, EGG Game, Puzzle dan trust fall. Pada game ini penekanakan pada aspek pengetahuan dan fisik. Maze bertujuan untuk memberikan penekanan pentingnya kekuatan memori dan sebuah standar operasional prosedure (SOP). Materi Egg Game bertujuan untuk memberi kesadaran akan sebuah inisiatif, tanggungjawab serta kerja sama tim. Pada materi ini penekanakan proactive adalah prioritas dipahami oleh peserta. Materi Puzzle menekankan pada aspek pentingnya berpikir out of box. Sedangkan trust fall menekankan pada kerja sama tim dan sinergi.

Hari kedua peserta melewati rangkaian kegiatan penuh semangat meski hujan deras turun sepanjang pagi hingga sore hari. Dalam kondisi basah kuyup, peserta tetap semangat dan bergairah. Tak satupun peserta yang meninggalkan area game. Pun tak ada peserta yang sakit. Seluruh peserta dan fasilitator mengikuti rangkaian acara dengan serius. Sesekali peserta dan fasilitator melakukan gerakan pemanasan untuk melawan dingin dan hujan. Kelompok Biru misalnya melakukan push up secara bersama sama ketika ada salah satu anggota yang melakukan kesalahan dalam menjalankan instruksi. Meski anggota peserta yang membuat kekeliruan seluruh anggota tim dan fasilitator ikut menanggung komitment bersama yakni push us sebanyak sepuluh kali. Manfaat dari push up bukan hanya meneggakkan disiplin namun juga untuk melawan rasa dingin.

Malam kedua CBP Part II, hujan sudah tidak turun, hanya hembusan angin dan sesekali rintik hujan. Kegiatan pada malam kedua cukup penting karena jadwal yang menarik bagi peserta, pemberian motivasi oleh Nanang Qosim. Nanang Qosim adalah penulis buku OMA dan The Seven Awareness. Kehadiran Nanang Qosim mebawakana materi motivasi dapat memerikan dorongan positif dan peningkatana rasa optimis dan percaya diri terhadap peserta. Peserta dapat mengikuti dengan tekun dan antusias setiap materi ceramah dari Nanang Qosim. Materi pada malam kedua berlangsung hingga pukul 11.00 malam.

Usai Nanang Qosim membawakan materi motivasi, peserta melakukan break hidangan yang telah disiapkan oleh panitia berupa kambing guling. Rasa lelah dan capek peserta setelah seharian mengikuti kegiatan fisik langsung terbayar. Hidangan kambing guling, gulai dan sate serta lontong yang telah disiapkan oleh panitia laris manis.

Usai sesi BBQ, peserta tetap berada di lokasi. Materi terakhir pada malam kedua adalah pemberian materi spiritual. Dibawakan oleh Ustaz Mahfud Siddiq dan Pendeta Yadi. Materi spiritual dibawakan selama satu jam. Seluruh rangkaian materi motivasi dan spiritual di malam kedua CBP Part II baru berakhir pada pukul 01.00.

Usai materi peserta langsung beranjak ke tenda masing masing. Tak satu pun peserta yang terlihat begadang, semuanya langsung tergeletak di tenda untuk beristrahat.

Hari ketiga CBP Part II, seluruh peserta sudah berkumpul di Lapangan utama untuk mengikuti senam pemanasan dan jogging di seputar Pantai Khasanh Melayu. Pada hari ketiga, inti materi game adalah GCG. Ad ragkaian materi game yang wajib diikuti peserta. Rangkaian tersebut menguras energi dan fisik peserta danmental karena ada perpaduan antara fisik dan kekuatan berpikir. Dari rangkaian ini peserta dapat memperkuat pengetahuan mengenai GCG melalui simulasi bahanya melewati proses jalan pintas.

Di penghujung acara seluruh peserta mengikuti sesi menara orang yang diadakan di pantai. Setelah sesi ini seluruh peserta berkumpul kembali di lapangan untuk acara penutupan sekaligus penandatanganan komitmen peserta. Ada sejumlah komitment yang ditawarkan oleh peserta bila tidak tercapai target, ada yang komit untuk melakukan push up, berlari, menanam pohon hingga pemotongan tunjangan. Tujuan penanda tanganan komitment adalah sebagai motivasi mengejar target dari perusahaan sebagai perusahaan yang terbaik di bidang kelistrikan di Indonesia bahkan di Asia . Salut. Sukses buat seluruh peserta CBP Part II PLN Batam.

Foto Pelatihan 5S Awareness

<img src="http://marumpa.files.wordpress.com/2012/05/trainig-5-s-119.jpg?w=300" alt="" title="Trainig 5 S 119" width="300" height="168" class="aligncenter size-medium wp-image-1499″ />

5S Awareness Sebagai Dasar Penyempurnaan

Jepang adalah negara yang maju di bidang quality. Tidak diragukan lagi bila Jepang telah menjadi rujukan negara lai dalam mengembangkan perusahaan yang ramping (lean). Jepang terkenal sebagai negara yang suka belajar. Jepang dapat mengembangan sistem solusi yang efektif digunakan di perusahaan Jepang. Diantaranya adalah Quality Control Circle, Just in Time, 5S, Lean Manufacturing, Visual Control, Lean Six Sigma.

Kegiatan 5S adalah kegiatan sederhana namun memiliki dampak yang sangat efektif dalam melakukan penghematan.

Pada tanggal 26 hingga 28 April 2012, Leader dan Supervisor PT Dynacast mengikuti pelatihan 5S Awareness. Bertempat di kantor P2SDM Taman Niaga. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 60 orang. Terdiri atas karyuawan PT Dynacast dan PT Tunaskarya Indoswasta. Fasilitator adalah M. Rusli yang juga Kepala Divisi P2SDM.

Pelatihan berlangsung dari pukul 09.00 dan berakhir hingga pukul 17.00. Selama satu hari peserta megikuti sesi pelatihan dengan fun dan serius. Penekanan materi ada pada kesadaran atau pentingnya merubah mind set. 5S yang terdiri atas seiri, seison, seiso, seiketsu, shitsuke. 5R adalah tool yang sangat vital bagi perusahaan untuk melakukan penghematan waktu, tenaga, biaya. Dan juga berfungsi sebagai sarana untuk keselamatan kerja yang pada akhirnya penting untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

Materi yang dibawakan tidak hanya bentuk ceramah dan diskusi, peserta juga melakukan simulai seiri, seiso dan seiton.

5S selama ini sudah sering didengar. Namun membuadayakan dan kehidupan sehari hari adalah lebih penting. Karena itu kegiatan 5S biasanya merupakan satu kesatuan dari sistem diantaranya pentingnya komite 5S, sistem penilaian 5S, hingga penghargaan 5S buat karyawan. Sukses buat PT Dynacast.

Foto Pelatihan Leadership For Supervisor Skill PT Sanmina

Foto Foto Kegiatan Pelatihan Leadership

Pelatihan Leadership For Supervisor Skill PT Sanmina

Selama dua hari Selasa dan Rabu, 24 hingga 25 April 2012, sebanyak 30 Supervisor PT Sanmina Batam mengikuti pelatihan kepemimpinan, motivasi, delegasi, conseling dan couching. Bertempat di ruang training PT Sanmina Batam.

Hari pertama materi dibawakan oleh Kadiv P2SDM PT Tunaskarya Indoswsta Batam M. Rusli. Temanya adalah Kepemimpinan Internal, Pengertian Kepemimpinan, Keterampilan Yang Dimiliki Pemimpin, Kompetensi Pemimpin, Tipe Pemimpin, hingga Kepemimpian Situasional. Materi yang dibawakan pada hari pertama berbentuk ceramah, diskusi, game, simulai, presentasi kelompok.

Minat peserta mengikuti pelatihan sangat positif. Sejak awal hingga akhir penyampaian materi kepemimpinan peserta tetap bersemangat. Khusus pada sesi tanya jawab dan presentasi materi diskusi kelompok, peserta pelatihan aktif bertanya.

Pada hari kedua ada empat sesi yang dibawakan yakni motivasi dibawakan oleh Kadiv IR /CDD PT Tunaskarya Indoswasta Endra Alamsyah, diteruskan materi konseling dan couching yang dibawakan oleh Riko Jayasaputra , S.Psi, M.Psi, Psikolog yang juga Kadep HRD PT Tunaskarya Indoswasta. Materi terakhir di penghujung pelatihan adalah Delegasi. Pada sesi ini Alfa konsultan IR di PT Tunaskarya Indoswasta sebagai fasilitator.

Pada hari kedua pelatihan, peserta juga aktif mengikuti simulai. Khususnya pada materi konseling dan couching. Riko Jayasaputra mengajak peserta untuk melakukan simulai konseling, sehingga peserta merasakan manfaat bila diberi pelayanan konseling yang efektif.

Minat peserta terhadap materi konseling dan couching cukup tinggi. Demikian juga halnya saat materi delegasi. Pekerkjaan yang menumpuk dapat menimbulkan tekanan atau stres terhadap supervisor. Untuk mengatasi hal ini Alfa sebagai fasilitator mengajak peserta pelatihan untuk dapat membedakan mana pekerjaan yang harus didelegasikan dan mana pekerjaan yang tidak perlu didelegasikan.

Kegiatan pelatihan untuk materi Leadership For Supervisor Skill adalah salah satu kegiatan pelatihan yang diberikan di PT Sanmina terhadap karyawan demi meningkatkan kompetensi. Untuk kegiatan yang sejenis, Manajuemen PT Sanmina akan berencana melakukan pelatihan hingga tiga batch. Peserta berasal dari Supervisor dan leader level.

LKS Bipartit PT Cameron System

PT Cameron System pada tanggal 10 April 2012 lalu melaksanakan pelatihan LKS Bipartit untuk level Manager dan Expatriat. Berlangsung di ruang training PT Cameron System, Batu Ampar Batam. Fasilitator terdiri atas Endra Alamsyah dan M. Rusli dari P2SDM PT Tunaskarya Indoswasta Batam.

Pelatihan berlangsung hanya dua jam. Materi training menekankan pada aspek regulasi Permen 32 tahun 2008 tentang LKS Bipartit. Kegiatan ini sebagai bagian dari pelatihan LKS Bipartit untuk pengurus dan management.

Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai hubungan harmonis antara manajemen dan pekerja di tingkat perusahaan. Juga bertujuan untuk memberikan pembekalan mengenai antisipasi dini terhadap permasalahan khususnya dalam mengatasi gap komunikasi.

Team Building Angkatan ke-12 Outsourching Department PT Tunaskarya Indoswasta

Outsourching Department PT Tunaskarya Indoswasta pada semester pertama 2012 menggelar kegiatan team building bagi 25 peserta. Mereka berasal dari sejumlah perusahaan. Berlokasi di Pantai Seranggong. Target yang mendaftar ada 45 orang. Lantaran mendekati hari pelaksanaan beberapa karyawan calon peserta team building membatalkan karena harus lembur di perusahaan.

Kegiatan Team Building adalah salah satu bagian dari program human capital di Outsourching Department PT TUnaskarya Indoswasta. Selain team building , materi lain yang dibekali ke karyawan adalah 5S dan QCC, Leadership, Kecerdasan keuangan, Enterpreunership, Komputer Skill, Time Management, Kreativitas, Berpikir Positif .

Tahun ini kegiatan Team Building menekankan pada aspek kerja sama, kekuatan pikiran positif, komunikasi efektif. Hingga materi spiritual. Trainer yang diturunkan terdiri dari M.Rusli, Agus, Ari Garda, Aji, Walid, Aan Pandelan, Yoga. Ustaz Nanang mengisi materi spiritual. Peserta digembleng di lingkungan di hutan dan pantai Seranggong yang masih sepi. Sejak tiba di lokasi pada hari Sabtu 7 April pukul 16.30 peserta langsung dikelompokkan. Usai shalat magrib peserta bekerja secara tim untuk memasak sesuai kelompok.

Materi Motivasi dan Kerja Sama Tim disampaikan oleh Ari Garda dan Agus menggunakan pendekatan ceramah dan diskusi. Usai materi tersebut diteruskan kegiatan solo camp. Tempat solo camp berada di pinggir Pantai dan hutan Seranggong. Di sekitar lokasi solo camp masih terdapat kuburan Warga Jepang, membuat kegiatan solo camp menjadi fokus.

Pukul 01.30 peserta ditarik dari lokasi solo camp, kumpul di depan Api Unggun. M.Rusli lalu melakukan evaluasi dan ulasan solo camp. Peserta diarahkan menemukan kekuatan pikiran. Solo camp di tempat yang angker hanya media. Umumnya peserta bisa menemukan kekuatan pikiran setelah sesi solo camp berjalan. Peserta mengakui bahwa kekuatan pikiran sangat dahsyat. melalui solo camp, peserta menyadari bahwa rasa takut itu adanya hanya di pikiran.

Usai evaluasi solo camp, Ustaz Nanang Hartanto melanjutkan ceramah agama. Sela tiga puluh menit Ustaz Nanang memberikan pembekalan tentang Manfaat Waktu dan Kekuatan Memberi. Peserta lalu membubuhkan harapan dan doa pada lampion. Lampion diterbangkan di bibir pantai.

Tidur hanya satu setengah jam. Pukul 05.00 peserta kembali bangun untuk sholat subuh. Diteruskan olahraga pagi. Sarapan pagi dengan bubur kacang hijau. Usai break peserta mengikuti sesi game komunikasi effektif oleh Aji, Kerja sama tim oleh Aan pandelan dan Yoga. Rangkaian acara team building angkatan ke -12 ini berjalan lancar. Seluruh peserta, Trainer, fasilitator dan panitia pendung yang berjumlah lima puluh orang meninggalkan pantai seranggong pada Minggu 8 April 2012 pada pukul 13.30. Sampai jumpa di Team Building ke-13.

PT Fluid Science LKS Bipartit Training

Bertempat di Harmoni One Hotel Ruangan Dubai, sebanyak 9 peserta mengikuti pelatihan LKS Bipartit. Berlangsung pada tanggal 10 Maret 2012. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pembekalan terhadap pengurus LKS Bipartit periode 2011 – 2013, menurut Puji selaku panitia pelaksana.

Pelatihan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 17.00. Selama pelatihan berlangsung, peserta aktif mengikuti rangkaian diskusi, simulasi, games dan presentasi. Pelatihan pada kesempatn ini diikuti perwakilan dari Pekerja dan perwakilan Manajemen. Berbagai pertanyaan dilemparkan oleh peserta. Umumnya peserta masih penasaran dengan fungsi dan tugas LKS Bipartit.

Fasilitator memberikan ulasan yang jelas bahwa LKS Bipartit berbeda dengan Perundingan Bipartit. Bila LKS Bipartit merujuk pada Permen No 32 Tahun 2008, sedangkan Perundingan Bipartit merujuk pada Permen no 31 Tahun 2008.

Tim trainer yang diturunkan pada sesi pelatihan LKS Bipartit ini terdiri dari M. Rusli, Ulung, SH, M.H, Alfa, S,S

PT Fluid Science sudah aktif melaksanakan sejumlah program , diantaranya Donor Darah yang rutin dilakukan setiap enam bulan, Olahraga Futsal. Pada bulan Maret 2012 sedang melangsungkan kompeteisi sepak bola antar Departemen.

PT Tunaskarya Indoswasta melalui P2SDM yang bertanggungjawab mengelola pelatihan telah melaksanakan sejumlah pelatihan LKS Bipartit di tahun 2012. Bagi perusahaan yang ingin mendapatkan informasi pelatihan ini dapat menghubungi M. Rusli di 08566637417.

PT Uwatec LKS Bipartit Training

PT Uwatec Batam untuk yang kesekian kalinya kembali menggelar pelatihan LKS Bipartit untuk pengurus LKS Bipartit periode 2011 – 2013 Bertempat di Harmoni One Hotel Ruangan Bali, sebanyak 12 peserta mengikuti pelatihan LKS Bipartit. Berlangsung pada tanggal 1 Maret 2012, Hari Kamis. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pembekalan terhadap pengurus LKS Bipartit periode 2011 – 2013. Menurut Billy selaku panitia pelaksana, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman LKS Bipartit sesuai Permen 32 tahun 2008.

Pelatihan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 17.00. Selama pelatihan berlangsung, peserta aktif mengikuti rangkaian diskusi, simulasi, games dan presentasi. Pelatihan pada kesempatn ini diikuti perwakilan dari Pekerja dan perwakilan Manajemen. Berbagai pertanyaan dilemparkan oleh peserta. Umumnya peserta masih penasaran dengan fungsi dan tugas LKS Bipartit. Masih ada persepsi yang keliru terhadap pengurus LKS Bipartit, yakni menganggap LKS Bipartit sebagai sarana untuki menyelesaikan permasalah Hubungan Industrial. Melalui pelatihan ini peserta di beri penjelasan panjang lebar tentang perbedaan mendasar antara LKS Bipartit dan Perundingan Bipartit.

Fasilitator memberikan ulasan yang jelas bahwa LKS Bipartit berbeda dengan Perundingan Bipartit. Bila LKS Bipartit merujuk pada Permen No 32 Tahun 2008, sedangkan Perundingan Bipartit merujuk pada Permen no 31 Tahun 2008.

Tim trainer yang diturunkan pada sesi pelatihan LKS Bipartit ini terdiri dari Endra Alamsyah, M. Rusli, Alfa.

PT Uwatec sudah aktif melaksanakan sejumlah program , diantaranya Olahraga Futsal.

PT Tunaskarya Indoswasta melalui P2SDM yang bertanggungjawab mengelola pelatihan telah melaksanakan sejumlah pelatihan LKS Bipartit di tahun 2012. Bagi Perusahaan yang ingin mendapatkan informasi pelatihan ini dapat menghubungi Mondang atau M. Rusli di 08566637417.

Commitment Building Program PLN Part I

PT PLN Batam pada tanggal 17 , 18 , 19 Februari 2012 lalu berhasil mengadakan Commitment Building Program. Bertindak sebagai Trainer adalah Tim Konsultan PT Tunaskarya Indoswasta. Berlangsung di pantai Khasanah Melayu Barelang.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 120 peserta mukai dari level GM hingga Operator, termasuk karyawan dari bagian Outsourching.

Hari pertama Jumat 17 Februari 2012. Pukul 16.00 acara dibuka oleh Direktur HRD PT PLN Batam Sumarsono. Usai sambutan diteruskan Pembentukan tim. Dipandu oleh M.Rusli. Tim dibagi menjadi enam bagian. Setiap Tim ditangani satu trainer dan co trainer. Evaluator ada tiga orang yang semuanya memiliki back ground ilmu psikologi.

Pembentukan tim berlangsung selama satu jam. Masing masing peserta diberi tugas untuk mencari identitas diri mereka pada sepotong kaerta berwarna yang disebar di area pantai Khasanh Melayu oleh fasilitator.

Malam pertama usai istrahat, sholat dan makan malam Direktur Teknik Pak Tagor membawakan materi motivasi. Sesi ini berlangsung dari pukul 20.00 hingga 22.00 . Dengan menggunakan power point yang menarik, Pak Tagor membawakan materi penuh semangat, energik. Peserta fokus pada materi yang disampaikan oleh pak Tagor. Materi pak Tagor tentang pelayanan. Fokus pada kepuasan terhadap pelanggan. Ia menekanakan pentingnya kualitas. Ia menekankan slogan Zero Black Out, Zero Accident, Zero Complaint dan Zero Interuption. Materi Pak Tagor ditutup Game Who Am I. Peserta diajak untuk megenal salah seorang relawan yang didudukkan di depan panggung. Peserta diminta untuk menebak nama Mr X yang yang ditutup kain. Penebak yang sukses menebak dengan benar mendapat hadiah dari panitia.

Hari kedua usai senam pagi. Peserta yang telah dibagi menjadi enam tim mengikuti sesi Games Maze. Tujuan game ini adalah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kreativitas, belajar tiada henti, trial and error serta pentingnya sebuah Standar Operational Procedure atau SOP sebagai pedoman dalam melaksanankan sebuah kegiatan.

Game kedua adalah Star Puzzle. Tujuan game ini untuk memberikan kesadaran pada peserta mengenai komunikasi effektif. Perbedaan Persepsi adalah masalah yang sering terjadi dalam sesbuah tim. Konflik horizontal dan vertikal adalah dampak yang muncul karena perbedaan mendasar. Disharmoni sesama pekerja adalah dampak yang timbul dari perbedaan persepsi. Melalaui Game Star Puzzle peserta diajak utuk menyadari dampak dari komunikasi satu arah, komunikasi dua arah.

Hari kedua Commitment Buiding Program sempat diwarnai hujan menjelang istrahat siang. Awan tebal menggunung di atas Pantai Khasanah Melayu. Pukul dua belas hingga pukul satu siang hujan turun dengan deras. Menjelang pukul setengah dua hujan mulai reda. Game ketiga diteruskan. Nama game adalah Trust Fall. Sasaran game ini adalah menyadarkan peserta manfaat kerja sama tim. Menggali dan menemukan sinergi.

Game keempat yang dilakukan pada sore hari adalah Puzzle . Peserta diminta untuk memecahkan sebuah teka teki berupa potongan plastik menjadi bentuk persegi panjang. Tantangan berikutnya setelah membentuk persegi panjang, peserta dibeti tantangan kedua yakni menyusun kembali potongan plastik tersrsebut menjadi persegi panjang namun salah satu potongan ditarik fasilitator dari area game. Pada sesi ini ketelitian, kesabaran serta kreativitas peserta diuji. Memakan waktu hanpir satu jam untuk menyelesaikan game ini. Dari enam kelompok hanya ada satu kelompok yang berhasil memecahkan game Puzzle ini. Saat sesi penjelasan peserta masih diminta untuk memecahkan teka teki berupa menarik enam garis lurus melewati enam belas titik tanpa mengangkat pena. Pada sesi ini juga peserta fokus pada materi dan menguras pikiran. Fasilitator akhirnya menjelaskan makna game. Pentingnya berikir out of box.

Malam kedua ada pemberian motivas oleh direktur HRD dan Direktur utama PT PLN utami. Lalu diteruskan materi motivasi oleh Motivator Nanang Qosim penulis buku OMA (One Minute Awaraness). Sesi motivasi berlangsung hingga pukul 23.00. Usai sesi ini diteruskan agenda ceramah agama. Ustaz dan Pendeta dihadirkan untuk sesi spiritual. Rangkaian ini berlangsung hingga pukul 24.00. Lalu ditutup acara BBQ.

Hari ketiga. Minggu 19 Februari 2012. Setelah olahraga pagi dan sarapan Peserta mengikuti sesi Egg Game. Peserta diminta untuk mentrasfer telur dari peserta satu ke peserta yang lain. Telur adalah simbol tanggungjawab. Karena itu telur yang ditrasfer tidak boleh pecah. Tujuan game ini untuk memberi kesadaran pentingnya menjaga amanah dan tanggungjawab.

Game terakhir adalah menara person. Masing masing tim membentuk menara. Dilakukan di pantai pada kedalaman air pantai satu meter. Usai sesi menara person, kegiatan Commitment Building Program ditutup dengan resmi oleh Direktur Perencanaan. Peserta diminta untuk mekmbuat komitment. Komitment mereka dituangkan secara tertulis pada kain putih sepanjang lima meter. Masing masing pimpinan mewakili staf membubuhkan tandatangan di atas kain. Bentuk komitment mereka adalah Zero black out, Zero Accident, Zero Complain, Zero Interuption. Di lapangan satu minggu setelah kegiatan ini berlangsung salah satu area kerja mengalami Black Out , sebagai bentuk komitment para pimpinan yang berada di area kerja tersebut langsung melakukan Push Up sebanyak 10 kali.

Bagi perusahaan yang ingin melakukan kegiatan Assesment dan Training untuk kegiatan Team Buiding atau Out Bound Program dapat melakukan kontak dengan M. Rusli di P2SDM PT Tunaskarya Indoswasta Batam di 08566637417.

Dinamika UMK 2012

Dulu namanya UMR (Upah minimum Regional) lalu berubah menjadi Upah Minimum Kota atau UMK. UMK adalah tiga huruf yang paling sering dibicarakan kalangan Buruh atau Pekerja menjelang akhir tahun. Kenapa? karena di pengujung tahun ada tradisi antara Pekera/Buruh, Pengusaha dan Pemerintah untuk menetapkan sebuah angka dalam bentuk rupiah yang menentukan besar kecilnya penghasilan kaum Buruh. Angka tersebut menyangkut kenaikan upah Buruh/Pekerja.

Kalau dicermati perjanan UMK dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan. Sejak tahun 2000 hingga 2012, kenaikan UMK tertinggi terjadi pada tahun 2001 naik 38,5% dari tahun sebelumnya dan 2006 naik sebesar 22%. Adapun angka UMK dari tahun 2000 hingga 2012 seperti di bawah ini:
No Tahun UMK
1 2000 350.000
2 2001 485.000 (38,5%)
3 2002 585.000 (10,3%)
4 2003 535.000 (3,7%)
5 2004 555.000 (8,5%)
6 2005 602.000 (5,45%)
7 2006 635.000 (22%)
8 2007 815.000 (5,5%)
9 2008 860.000 (11,6%)
10 2009 960.000 (8.85%)
11 2010 1.045.000 (6,22%)
12 2011 1.180.000 (6,3%)
13 2012 1.310.000 (11%) Versi SK Gubernur Kepri Nomor 532 Tahun 2012. Keputusan ini ternyata belum final karena masih ada usulan revisi oleh Buruh.

Perjalanan kenaikan upah minimum setiap tahun selalu diwarnai polemik antara Buruh, Pengusaha dan Pemerintah. Menjelang akhir tahun tim survey harga turun ke pasar untuk menentukan KHL. Ada sejumlah titik lokasi pasar yang harus di survey. Setelah data diperoleh lalau diadakan perhitungan bersama. Data harga di pasar diolah. Data tersebut berasal dari data perwakilan pemerintah, perwakilan buruh dan perwakilan pengusaha (Apindo).

Masalah utama dalam menetapkan UMK ada pada penetapan KHL. Sebelum melangkah lebih jauh membahas polemik seputar penetapan KHL perlu diketahui dulu komponen penetapan KHL. Ada 48 komponen KHL sesuai Peraturan Menakertrans No 17/2005. Diantaranya makanan dan minuman terdiri atas 11 komponen, sandang pangan terdiri atas 8 komponen, perumahan terdiri atas 19 komponen. Khusus untuk komponen perlengkapan makan masih terdiri atas tiga bagian. Komponen Pendidikan terdiri 1 komponen, Komponen Kesehatan terdiri atas 3 komponen, dimana komponen sarana kesehatan masih dipecah lagi menjadi 5 komponen. Komponen transportasi ada 1 dan komponen Rekreasi dan tabungan ada 2.

Masalah klasik yang terus berulang setiap tahun adalah pembahasan komponen perumahan khususnya pada point sewa kamar. Bagian ini selalu menjadi ajang polemik berkepanjangan setiap tahun, bagian terpenting kedua adalah transportasi.

Lihat kondisi tahun ini, penetapan UMK juga tak lepas dari masalah KHL. Buruh ingin UMK sama dengan KHL sedangkan Pengusaha meninginginkan UMK bukan hanya dari sisi KHL, tapi juga dari sisi inflasi dan kemampuan perusahaan. Kalau Buruh melihat dasarnya penetapan hanya dari standar KHL sama dengan UMK, hanya ada satu pedoman. Sedangkan pengusaha memiliki dasar penetepan lebih dari satu.
Kronologis penetapan UMK 2012 sering dead lock. Pada bulan Oktober 2011 Dewan pengupahan Kota memulai pembahasan UMK 2012 dengan melakukan survey pasar untuk menentukan KHL. 3 November 2011 rapat belum membuahkan keputusan tentang UMK, Buruh minta UMK sama dengan KHL Rp 1.302.992 sedangkan pengusaha mengusulkan angka Rp 1.260.000. Rapat tanggal 14 November 2011 masing masing pihak (Pengusaha dan Buruh) bertahan pada angka masing masing. 17 November 2010 dead lock, Buruh menilai Apindo ingkar janji. Buruh merencakan demo dan mogok kerja. FSPMI buat survey sendiri dengan hasil KHL sebesar Rp 1.956.000. Apindo tetap pada angka KHL Rp 1.260.000 berdasarkan inflasi 5,4% dan pertumbuhan ekonomi 6,2%. Pengusaha merasa ada ancaman krisis Eropa dan banjir Thailand. 21 November 2011 Aliansi Serikat Pekerja meminta dukungan Komisi IV DPRD Batam agar Walikota Batam usulkan angka Rp 1.302.992 ke Gubernur Kepri. Buruh mengancam demo dan mogok. Walikota mengusulkan UMK dua versi angka sesuai KHL dan angka sesuai usulan pengusaha, sehari kemudian Walikota menyatakan akan ada versi Pemko Batam. Rabu 23 November 2010 puluhan ribu buruh demo di beberap tempat. Tanggal 24 November 2010 buruh mengamuk, pos polisi jadi sasaran pengrusakan dan pembakaran serta beberapa kendaraan milik pemerintah juga tak luput dari amarah buruh.
Gubernur Kepri akhirnya menetapkan UMK sebesar Rp 1.310.000,- untuk wilayah Batam. Tanggal 30 November 2010 Di salah satu media lokal Batam juga diberitakan tentang suasana yang sudah kondusif. Diberitakan bahwa KSBPSI (Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) mendukung UMK versi Gubernur.
Sedangkan di Media Indonesia Rabu 30 November 2010 liputan Amahl S Aswan yang mengutip pendapat Yoni Mulyo Widodo Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Batam mengatakan bahwa, sepanjang perundingan tidak pernah ada kesepakatan UMK Batam sebesar Rp 1.310.000,- Serikat pekerja tetap pada angka Rp 1.700.000,-
Tidak kompak. Apa yang diulas media lokal Batam beda dengan media nasional (Media Indonesia) mengenai UMK Kota Batam 2011. Lalu siapa yang harus dipegang. Di kalangan underground sendiri beredar rumor bahwa Buruh di Batam masih akan meneruskan perjuangan mereka melalui pendekatan demo dan mogok bahkan stop work hingga angka UMK Kota Batam sama dengan Rp 1.700.000,-. Jumat 2 Desember 2011 Head Line Batam Pos kembali mengangkat bahwa Pengusaha Tak hadiri Pertemuan di Graha Kerpi, Gubernur diminta revisi UMK. Lalu pada tanggal 5 Desember 2011 kembali Head Line Batam Pos mengulas UMK Batam tetap pada Rp 1.131.000,- akan direvisi setelah berjalan. Tanggal 7 Desember 2011 disebutkan bahwa UMK Batam diusulkan sebesar Rp 1.402.000.

Penulis mengamati bahwa dari tahun ke tahun sejak tahun 2001 hingga 2011 kenaikan UMK selalu diikuti dengan demo. Namun baru pada tahun 2011 inilah demo yang paling parah karena ada pengrusakan fasilitas, pembakaran kendaraan, sweeping pekerja dan pengrusakan pintu gerbang pabrik. Siapa yang disalahkan? Tentunya tak ada yang mengaku salah. Pihak buruh berargumen bahwa respon pemerintah terhadap buruh kurang. Walikota Batam tidk menemui Buruh saat demo berlangsung meski ia ada di Batam menurut Buruh. Hal ini memicu kemarahan Buruh. Saat demo berlangsung di Kantor Walikota aparat keamanan yang terdiri dari Polisi dan Pamong Praja juga manusia biasa yang bisa terpancing emosi saat mengendalikan puluhan ribu massa Buruh. Kalau polisi akhirnya menggunakan tembakan peluru karet atau gas air mata itu juga karena kondisi kejepit atau kepepet.

Dampak yang ditimbulkan dari demo Buruh pada tanggal 24 dan 25 November yang berujung pada tindakan anarkis adalah kerugian material dari fasilitas umum (pos polisi, mobil, lampu jalan, hingga kaca gedung ) . Kerugian di pihak perusahaan besar adalah produksi terhenti, pengiriman hasil produksi tidak on time. Biaya pengamanan bertambah. Dampak lainnya adalah perputaran uang juga berhenti karena banyak pelaku Usaha Kecil Menengah yang juga berhenti operasi.

Melihat kondisi dinamika perburuhan saat ini maka sudah saatnya berbenah, karena cara cara lama penetapan UMK selama sepuluh tahun terakhir terlalu banyak menguras energi. Survei pasar selama 12 bulan untuk menentukan KHL memakan energi. Lalu di akhir tahun diteruskan dengan perundingan penetapan UMK juga selalu membawa kekecewaan dari buruh. Kenaikan UMK tidak mampu mensejahterahkan Buruh beberapa tahun terakhir karena UMK selalau di bawah KHL. Ujung ujungnya Demo. Meski pada akhirnya Buruh mengalah juga. Lama lama Buruh juga punya batas. Tahun ini adalah waktu dimana kemarahan Buruh sudah tidak terbendung lagi. Tapi anehnya cara lama masih juga dipakai sebagai pedoman dalam menetapkan UMK oleh Tripartit.

Harusnya Peraturan Menakertrans No 17 tahun 2005 sebaiknya diganti. Karena ada komponen yang dianggap buruh belum dimasukkan sebagai bagian dari KHL. Saran lainnya adalah hilangkan pembahasan UMK secara tripartit dan kembalikan persolan upah pada hukum pasar antara pengusaha dan pekerja. Kalau perusahan mampu membayar lebih dan calon pekerja memiliki kompetensi yang baik kenapa tidak gaji ditentukan antara mereka. Begitu pun sebaliknya kalau komitmen pekerja kurang maka pengusaha juga bisa memberi ganjaran upah yang pantas dengan kemampuan sang calon tenaga kerja.

Akar masalah dari ketidaklancaran penetapan UMK Kota Batam menjadi bukti bahwa pemerintah tidak tegas, peragu, bahkan tipak punya nyali memimpin rakyatnya yang sedang marah. Ada apa di balik itu? Jawabya adalah tata kelola pemerintah yang tidak Transparan, Akuntabilitas, Responsible, Fair terhadap rakyatnya. Ketika pengusaha, pejabat dan aparat masih melakukan praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme maka jangan harap Kesejahteraan Buruh akan membaik. Kasihan.

Peringatan Hari AIDS Se Dunia Di Batam

Sabtu, Tanggal 3 Desember 2011 bertempat di Kampung Bule berlangsung peringatan Hari AIDS se Dunia. Dihadiri Mahasiswa , LSM, Perwakilan Pekerja dan Unsur Pemerintah. Rangkaian acara berlangsung sederhana. Dimulai dengan sambutan ketua panitia lalu diteruskan dengan menyalakan lilin serta mendengarkan kesaksian dua orang ODHA. Acara ditutup aksi teater.

Kedua orang ODHA yang memberikan kesaksian bergantian memberikan pengalaman mereka. Yang pertama memberikan kesaksian adalah seorang Ibu Rumah Tangga. Sang Ibu Rumah Tangga ini mengaku tideak pernah melakukan penyimpangan dalam rumah tangga, ia bingung ketika dirinya sudah terinfeksi Virus HIV dan positif AIDS. Ia sedih dan kecewa karena stigma masyarakat terhadap dirinya yang negatif. Ia juga harus rutin mengeluarkan biaya berobat yang tidak sedikit. Sambil menangis ia mengharap bantuan pemerintah daerah kota Batam agar membantu dirinya dalam berobat.

Seorang ODHA lainnya adalah lelaki beristri dan memiliki anak, saat positih HIV ia dijauhi keluarga. Bercerai dengan istri. Keluarga besarnya juga ada yang menolak si lelaki ini. Ia tahu diri kalau keluarganya menolak. Stigma sebagai ODHA membuat ia aktif di perkumpulan yang terdiri dari ODHA. Si lelaki ini mengatakan sejarah terinveksi HIV. Dulu ia sering “Jajan” tanpa pengaman”. Karena pada saat itu alat pengaman masih dianggap tabu. Tahun 2004 ia positif HIV. Kini berbagai penyakit sering muncul seperti diare, demam. Daya tahan tubuhnya sudah menurun maka tiap bulan ia rutin ke rumah sakit untuk berobat. Ia merasa tersiksa karena tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan sementara tiap bulan penyakit selalu menghampirinya. Karena itu ia mengharap kepada pemerintah agar diberi bantuan pengobatan dan diberikan pekerjaan agar bisa memiliki penghasilan.

Wakil Walikota Batam Rudi SE, MM dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Hari AIDS sebaiknya tidak hanya sekadar seremony semata tapi ada langkah langkah kongret untuk mencegah penyebaran HIV AIDS di Batam. Rudi meminta kepada Kepala Dinas dan Anggota DPR D Kota Batam agar memperhatikan kondisi ini.

Peringatan Hari AIDS yang dilakukan di Kampung Bule berlangsung dari pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB. Saat pementasan teater berlangsung sejumlah Bar di kampung Bule masih dikunjungi tamu yang mayoritas Bule. Dengan santainya mereka bergandengan tangan dengan pekerja malam sambil keluar masuk Bar. Rudi yang melihat kondisi tersebut saat menyampaikan sambutan mengharap agar dampak yang ditimbulkan oleh kehidupan malam tidak lagi melahirkan daftar baru penderita HIV AIDS di Kota Batam.

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.