Cari Kandidit Tenaga Kerja Kok Repot
23 Mar 2011 2 Komentar
in Artikel
Jumlah pengangguran terbuka di negeri kaya sumber daya alam ini berada pada angka 9,25 juta jiwa. Angka yang tidak sedikit. Angka sebesar itu tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi pemimpin bangsa untuk mencarikan solusinya. Seharusnya dengan banyaknya pengangguran maka lowongan kerja yang tersedia akan mudah diisi oleh mereka. Lowongan kerja yang terus bermunculan di iklan loker tiada hentinya. Hari Sabtu dan Minggu dengan mudah kita lihat halaman koran diisi dengan ilkan lowongan kerja. Ternyata jumlah lowongan kerja tak pernah sepi. Perusahaan yang membutuhkan SDM tidak pernah berhenti memburu SDM di pelosok negeri namun perkara mencari tenaga kerja tidak semudah membalik telapak tangan.
Beberapa rekan penulis yang bekerja di salah satu daerah di Kepulauan Kepri mengeluh karena sangat sulit mendatangkan pencari kerja yang mau datang ke perusahaannya. Kalaupun ada yang berhasil dikirim melalui program AKAD hanya bertahan beberapa bulan, Setelah itu sang karyawan banyak abscond.
Dinamika mencari tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan bukan perkara mudah. Penulis baru baru mengadakan kegiatan bursa kerja. Ada belasan perusahaan di bidang manufacturing yang ikut serta. Jumlah pelamar yang memasuki area bursa kerja mencapai empat rubuan orang. Salah satu perusahaan peserta bursa pada hari pertama hanya mendapatkan belasan kandidat yang cocok dengan request di perusahaannya.
Upaya perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang cocok dengan kebutuhan perusahaan ditempuh dengan beberapa cara. Ada cara membuka lowongan dengan mamasang iklan di koran, majalah, TV dan Radio serta Banner dan Baliho. Pasang iklan melalui web site, blog dan FB. pasang iklan melalui Email. Ada yang menggunakan pendekatan referensi dari teman yang dipercaya. Ada yang mencoba menggunakan metode perpaduan berita dan iklan di media massa. Bahkan ada yang mencoba mencari tenaga kerja dengan cara menggunakan sarana press release. Nyatanya banyak perusahaan masih kesulitan mencari kandidat sesuai kebutuhan kantor. Itu adalah dinamika yang tak akan pernah berakhir. Dia terus berputar seiring dengan perjalanan waktu.
Pun hal yang sama dialami oleh para pencari kerja. Berbagai cara digunakan agar bisa lolos bekerja di sebuah perusahaan. Sang pencari kerja bahkan ada yang melakukan tindakan nekat dengan membayar agar diterima bekerja di sebuah lembaga baik swasta atau negeri. Saya pernah geleng geleng kepala melihat berita di koran tetang keberanaian pencari kerja membayar 90 juta rupiah demi diterima bekerja sebagai pegawai negeri.
Berani bayar agar diterima bekerja di lembaga negeri adalah biasa, yang luar biasa ternyata penulis juga pernah merasakan kejaran dari pencari kerja yang terus menguber agar dibantu lolos diterima bekerja di perusahaan swasta meskipun harus bayar. Kenekatan pencari kerja sudah diluar kewajaran karena meskipun posisi yang disediakan hanya untuk program waktu kerja tertentu pun tidak dipermasalahkan asalkan dapat diterima kerja. Dengan halus terpaksa memberi pengertian ke rekan yang nekad tersebut agar tetap mengikuti prosedur yang berlaku dan tidak menggunakan cara kotor untuk menjadi seorang pegawai.
Ternyata kesulitan dialami dua pihak. HRD Manager stress karena sulit mendapatkan SDM pada saat dibutuhkan. Pencari kerja juga pusing karena tidak bisa tembus memasuki dunia kerja sesuai impian mereka. Seperti dalam ilmu kepemimpinan, kalau pemimpin menghadapi anak buah yang bermasalah maka dampak negatif juga dialami oleh sang atasan, sebuah mata rantai yang saling kait mengait.
Maka judul tulisan ini saya beri judul Cari Kandidat Tenaga Kerja Kok Repot. Ya repot karena bukan hanya HR officer yang pening memikirkan calon tenaga kerja, Head Hunter atau Perusahan Pengerah Tenaga Kerja pun harus berpikir cerdas untuk memperoleh tenaga kerja yang berkualitas.
Ada beberap hal yang perlu dipikirkan sebagai praktisi sumber daya manusia dan pihak pemerintah yang bertanggungjawab di bidang ketenagakerjaan bahwa pengangguran yang tinggi dan daya serap tenaga kerja yang rendah akan mengakibatkan dampak sosial. Gap ini harus dicari solusinya. Perlu ada pendekatan baru mengatasi Sumber Daya Manusia bangsa ini. Agar bangsa yang kaya Sumber Daya Alam ini tidak lagi berada pada posisi 120 an untuk Human Capital dunia.
Dari kasus di atas dapat kita ambil benang merah bahwa perlu ada cara baru penanganan sumber daya manusia sebagai human capital. Manusia adalah aset yang sangat mahal. Seperti perusahan Huawei di China yang mengalokasikan sekitar 1,95 miliar dollar AS untuk mendanai riset, pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia. Dalam waktu singkat perusahaan ini melesat bagai kilat dan dalam waktu yang tidak lama sudah mampu bersaing dengan produsen HP terkenal yang ada di Eropa.
Ternyata data di atas memperlihatkan bahwa SDM yang tangguh dan mampu melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan pasar ternyata malah survive. Barangkali kita perlu mengadopsi apa yang dilakukan pimpinan Huawei dalam mencetak Sumber Daya manusia yang tangguh. Termasuk mencetak Sumber Daya Manusia di Batam sebaiknya perlu ada terobosan besar dan tidak biasa agar SDM yang ada di wilayah ini betul betul bisa setingkat dengan prestasi dan kemampuan negara tetangga (Malaysia dan Singapura).
Batam mungkin perlu dijadikan pilot proyek mengenai pengembangan SDM yang adaptif dan kreatif serta proactive. Salah satu saran penulis agar pemerintah di Batam dapat mengaktifkan kembali peran BLK (Balai Latihan Kerja), menyediakan pusat pelatihan yang berkualitas dan biaya terjangkau. Mendukung program sertifikasi untuk tenaga kerja yang profesional, memasyaratkan kegiatan QCC untuk seluruh lapisan masyarakat. Harapan ke depan meningkatkan mutu sumber daya manusia di Batam yang tangguh dan berkualitas. Bila Sumber Daya Manusia berkualitas pada akhirnya perusahaan juga akan senang karena dapat menghemat biaya , waktu dan tenaga proses perekrutan tenaga kerja. Bila SDM yang ada di Batam memiliki sertifikasi, berkualitas dan memiliki etos kerja, Batam bisa dijadikan model pemberdayaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia. Sehingga tak muncul lagi kata kata “Cari Kandidat Tenaga Kerja Kok Repot”.




Mar 29, 2011 @ 06:06:24
Numpang promo ya gan..:D
LOWONGAN KERJA SAMPINGAN GAJI 3 JUTA /MINGGU
Kerja Management dari program kerja online (Online Based Data Assignment Program / O.D.A.P) MEMBUTUHKAN 200 KARYAWAN diseluruh indonesia yang mau kerja sampingan online dengan potensi penghasilan 3 JUTA/MINGGU+GAJI POKOK 2 JUTA/BULAN, Tugasnya hanya ENTRY DATA, per entry @10rb, Misal hari ini ada kiriman 200 data dari O.D.A.P yang harus di ENTRY berarti kita dapat hari ini @10Rb x 200 = 2 JUTA. Lebih Jelasnya kirimkan Nama LENGKAP & EMAIL ANDA.
Buka Blog>> “SATRIYABISNISS”
Feb 12, 2012 @ 07:36:11
Siang Bos…saat ini masih ada lowongan Bos…?