Mencetak Pemimpin Melalui Outbound Training

Outsourching Department PT Tunaskarya Indoswasta melakukan Outbound Training angkatan ke-VII. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pekerja sebanyak 29 orang. Pantai Mirota berlokasi tidak jauh dari Bekas Kamp Vetnam Pulau Galang.

Acara pelatihan berlangsung dua hari, tanggal 25 dan 26 April 2009. Pada outbound training ini, tema yang disusung oleh panitia adalah kepemimpinan. Tampil sebagai trainer adalah M.Rusli selaku Kedep Community Development PT. Tunaskarya Indoswasta dan Riko Jaya Saputra, Psikolog dan Konsultan PT Tunaskarya Indoswasta.

Kegiatan hari pertama diawali dengan pembentukan tim. Materi games yang diberikan adalah permainan bola. Setelah itu peserta dibagi menjadi empat kelompok. Diteruskan dengan berlatih yel-yel.

Usai shalat Isya, Riko Jaya Saputra membekali peserta berupa Eneagram. Materi ini dibawakan selama dua jam. Peserta diminta mengisi kuesioner. Lalu hasil tes dapat mengetahui kondisi (watakj) peserta. Dari hasil tes tersebut akan muncul 9 watak manusia. Tujuan pemberian materi eneagram ini adalah memberikan wawasan kepada peserta outbound tentang siapa diri mereka (watak) bagaimana mengetahui kelemahan dan kekurangan dari karakter yang ia miliki. Pun berguna untuk mengetahui karakter teman baik dari sisi positif atau negatif.

Peserta diminta untuk memperbesar portensi sikap positif dan mengurangi sikap negatif berdasarkan karakter mereka.

Usai Eneargam, materi training diteruskan dengan pembahasan yel-yel. Mengapa harus melakukan yel-yel dan apa sisi positif dari yel-yel.

Materi ini dibawkan oleh M. Rusli. Peserta yang mengetahui manfaat yel-yel selanjutkan dibekali dengan materi Kreativitas, konsentrai. Pada kesempatan ini peserta diajak bermain sambil belajar. Peserta dapat menikmati materi dengan konsentrai hingga pukul 02.00.

Pukul 06.00, peserta outbound mengikuti sesi senam pagi, dan relaksasi. Materi berikutnya adalah peserta diajak untuk belajar strategi mengalahkan pesaing melalui game Balon Race dan Perang Balon.

Usai sarapan pagi, panitia kembali meneruskan materi training. Tema berkutnya yang diusung oleh trainer adalah menumbuhkan sikap percaya pada teman. Nama games yang diberikan adalah trust me.

Games berikutnya yang menguras konsentrasi adalah games persepsi, dimana anggota tim harus menerjemahkan instruksi ketua tim dengan benar dan hati-hati, karena peserta yang menerima instruksi menjalankan perintah dengan mata tertutup sehingga ia harus berkonsentrasi menyimak perintah yang diberikan oleh ketua tim.

Dame, salah seorang peserta mengakui bahwa outbound yang ia ikuti sangat bagus untuk menambah wawasan tentang kepemimpinan. Dame adalah peserta yang rajin melemparkan pertanyaan kepada instruktur.

Sufri selaku ketua panitia mengatakan bahwa, pada outbound kali ini tema kepemimpinan sengaja dipilih karena beberapa karyawan sudah banyak yang habis kontrak. Sedangkan karyawan yang baru datang umumnya masih fresh dan belum berpengalaman. Untuk mengganti leader yang telah habis kontrak, maka Manajemen Outsourcing Department PT Tunaskarya Indoswasta menjadikan outbound kali ini sebagai sarana pencarian dan pembentukan pekerja yang bermental sebagai pemimpin.

Pantai Mirota sebagai lokasi pelatihan adalah pantai berpasir putih. Pantai ini menjadi tempat outbound karena tempat ini cukup sepi dari pengunjung. View yang ditawarkan Pantai Mirota juga sangat indah. membuat peserta yang berada di lokasi tersebut merasa nyaman.

Aerobic Massal dan Kampanye Pencegahan HIV/AIDS

Ratusan pekerja di Kawasan Industri Batamindo mengikuti senam aerobic massal. dilaksanakan Pada tanggal 19 April 2009 Minggu, berpusat di MPH Community Center.

Senam Aerobic dimulai dari pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 09.30. Kegiatan dini dipandu oleh Ibu Teteh, instruktur senam dari group Senam Batamindo. Kegiatan ini berjalan lancar. Berbagai gerakan dilakukan selama acara berlangsung. Mulai dari gerakan pemanasan hingga gerakan inti.

Pesertra yang mengikuti acara ini mengaku puas. Tur, salah seorang peserta senam massal dari unit kegiatan PMI mengakui kalau acara ini sungguh bermanfaat. Sebagai sarana untuk menjaga kesehatan baik jiwa dan raga.

Dudy peserta dari Cumfire, mengakui kalau kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Ia serius mengikuti senam massal ini dari awal hingga selesai. Meski diakui, bahwa tidak mudah mengikuti gerakan senam karena cukup menguras stamina.

Kegiatan senam massal ini adalah program tahunan Commuity Development Department PT Tunaskarya Indoswasta. Tujuan diadakannya senam aerobic ini adalah sebagai sarana olahraga murah dan gratis bagi warga dormitory demi mewujudkan pekerja yang sehat dan kuat.

Pada kesempatan ini, panitia juga melakukan sosialisasi bahaya HIV /AIDS bekerja sama dnegan Unit KSR PMI. Usai senam massal, seluruh peserta dibagikan buku saku tentang pencegahan dan bahaya HIV/AIDS.

Pada hari yang sama, Senam Aerobic massal juga dilakukan di lingkungan Blok O RW 09.

Pada bulan Mei 2009 mendatang, rencana senam aerobic massal akan kembali digelar di lingkungan RW 02 blok N. Panitia pelaksana juga berencana bekerja sama dengan KSR PMI untuk mensosialisasikan bahaya dan pencegahan HIV AIDS dengan pendekatan yang menyenangkan.

LKS Bipartit Sesuai Nomor PER. 32/MEN/XII/2008

Pembaca, LKS Bipartit berdasarkan Nomor KEP-255/MEN/2003 sudah tidak berlaku sejak diterbitkannya PER.32/MEN/XII/2008 tentang tata cara Pembentukan dan Susunan Keanggotaan Lembaga Kerja Sama Bipartit.

Ada hal-hal yang perlu kita ketahui tentang LKS Bipartit sesuai Per-32/MEN/XII/2008.

LKS Bipartit sesuai PER.32/MEN/XII/2008 adalah forum komunikasi dan konsultasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan industri di satu perusahaan yang anggotanya terdiri dari pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh yang sudah tercatat di instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan atau unsur pekerja/buruh.

Tujuan LKS Bipartit untuk menciptakan hubungan industri yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan di perusahaan.

Fungsi LKS Bipartit sebagai forum komunikasi dan konsultasi antara pengusaha dengan wakil serikat pekerja/serikat buruh dan/atau wakil pekerja/buruh dalam rangka pengembangan hubungan industri untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan perkembangan perusahaan, termasuk kesejahteraan pekerja/buruh.

Tugas LKS Bipartit adalah:
a. melakukan pertemuan secara periodik dan/atau sewaktu-waktu apabila diperlukan
b. mengkomunikasikan kebijakan pengusaha dan aspirasi pekerja/buruh dalam rangka mencegah terjadinya permasalahan hubungan industri di perusahaan.
c. menyampaikan saran, pertimbangan, dan pendapat kepada pengusaha, pekerja/buruh dan/atau serikat pekerja/serikat buruh dalam rangka penetapan dan pelaksanaan kebijakan perusahaan.

Pembentukan LKS Bipartit dibentuk oleh unsur pengusaha dan unsur pekerja/buruh dan /atau serikat pekerja/serikat buruh. LKS Bipartit dapat dibentuk di setiap cabang perusahaan.

Anggota LKS Bipartit dari unsur pekerja/buruh ditentukan sebagai berikut:
a. dalam hal di perusahaan terdapat 1 (satu) serikat pekerja/serikat buruh dan semua pekerja/buruh menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh tersebut, maka secara otomatis pengurus serikat pekerja/serikat buruh menunjuk wakilnya dalam LKS Bipartit.

b. dalam hal di perusahaan belum terbentuk serikat pekerja/serikat buruh, maka yang mewakili pekerja/buruh dalam LKS Bipartit adalah pekerja/buruh yang dipilih secara demokratis.

c. dalam hal di perusahaan terdapat lebih dari 1 (satu) serikat pekerja/serikat buruh dan seluruh pekerja/buruh menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh, maka yang mewakili dalam LKS Bipartit adalah wakil masing-masing serikat pekerja/serikat buruh yang perwakilannya ditentukan secara proposional.

d. dalam dal di perusahaan terdapat 1 (satu) serikat pekerja/serikat buruh dan ada pekerja/buruh yang tidak menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh, maka serikat pekerja/serikat buruh tersebut menunjuk wakilnya dalam LKS Bipartit dan pekerja/buruh yang tidak menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh menunjuk wakilnya yang dipilih secara demokratis.

e. dalam hal di perusahaan terdapat lebih dari 1 (satu) serikat pekerja/serikat buruh dan ada pekerja/buruh yang tidak menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh, maka masing-masing serikat pekerja/serikat buruh menunjuk wakilnya dalam LKS Bipartit secara proposional dan pekerja/buruh yangtidak menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh menunjuk wakilnya yang dipilih secara demokratis.

Pebentukan dan susunan pengurus LKS Bipartit selanjutnya dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh pengusaha dan wakil serikat pekerja/serikat buruh atau wakil pekerja/buruh di perusahaan.

LKS Bipartit yang sudah terbentuk harus diberitahukan untuk dicatat pada instansi yang bertanggungajawab di bidang ketenegakerjaan Kabupaten/Kota selambat-lambantnya 14 hari kerja setelah pembentukan.

Pemberitahuan secara tertulis melampirkan berita acara pembentukan, susunan pengurus dan alamat perusahaan. 7 (tujuh) hari setelah menerima pemberitahuan instansi yang bertanggungjawab di bidang ketenagakerjaan memberikan bukti penerimaan pemberitahuan. Pemberitahuan tersebut tidak dikenakan biaya.

Kepengurusan LKS Bipartit ditetapkan dari unsur pengusaha dan unsur pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh dengan komposisi satu banding satu (1:1). Sekurang-kurangnya 6 orang. Terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris dan anggota.

Jabatan ketua Bipartit dijabat secara bergantian antara unsur pengusaha dan unsur pekerja/buruh. Masa kerja kepengurusan LKS Bipartit 3 (tiga) tahun.

Masa jabatan kepengurusan LKS Bipartit berakhir bila:
a. meninggal dunia
b. mutasi
c. mengundurkan diri sebagai anggota lembaga
d. diganti atas usul dari unsur yang mewakilinya
e. sebab-sebab lain yang menghalangi tugas-tugas dalam kepengurusan lembaga.

LKS Bipartit mengadakan pertemuan sekurang-kurangnya 1(satu) kali dalam sebulan atau setiap kali dipandang perlu. Materi pertemuan berasal dari unsur pengusaha, unsur pekerja/buruh atau dari pengurus LKS Bipartit. LKS Bipartit menentapkan agenda pertemuan secara periodik. Hubungan LKS Bipartit dengan lembaga lainnya di perusahaan bersifat koordinatif, konsultatif, dan komunikatif.

Pembinaan LKS Bipartit dilakukan oleh instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Kabupaten/kota.

Segala biaya yang diperlukan untuk pembentukan dan pelaksanaan kegiatahn LKS Bipartit dibebankan para perusahaan.

Pengurus LKS Bipartit melaporkan setiap kegiatan yang dilakukan kepada pimpinan perusahaan. Pimpinan perusahaan secara berkala setiap 6 (enam) bulan sekali melaporkan kepada instansi yang bertanggungjawab di bidang ketenagakerjaan kabupaten/kota.

Instansi ketenagakerjaan kabupaten/kota secara berkala setiap 6 9enam) bulan sekali melaporkan kepada instansi yang bertanggungjawab di bidang ketenagakerjaan provinsi.

Bidang ketenagakerjaan provinsi secara berkala setiap 6 (enam) bulan sekali melaporkan kepada Menteri melalui Direktur Jendral Pembinaan Hubungan Industrial dan jaminan Sosial Tenaga Kerja.

LKS Bipartit Nomor PER.32/MEN/XII/2008 ditetapkan pada tanggal 39 Desember 2008 lalu oleh menteri tenaga kerja dan transmigrasi Republik Indonesia Dr. Ir. Erman Suparno.

Catatan Pemilu Legislatif di KIB 2009

Persiapan pemilu di Kawasan Industri Batamindo memakan waktu yang cukup lama. Sejak pendataan penduduk yang dilakukan pada tahun 2008. Pada saat itu warga di Kawasan ini terdata 21.057 orang.

pemilu-1

Sejak petugas PPK, PPS terbentuk. Persiapan pemilu makin terasa sibuk khususnya memasuki awal tahun 2009. Kegiatan yang berhubungan dengan administrasi pemilu meningkat, yakni data pemilih, pemilihan petugas KPPS, pemilihan petugas Linmas.

pemilu3

Pada bulan Februrari hingga awal April kegiatan sosilisasi mensukseskan pemilu rutin dilakukan di lingkungan RW KIB. Bulan Maret setiap minggu diadakan sosiliasai pemilu baik terhadap warga maupun terhadap anggota KPPS. Bentuk sosialisasi tidak hanya dalam bentuk ceramah tapi melalui akustik band, tarian moderen, pembacaan pusi dan aksi teaterikal hingga atraksi sepatu roda dan beladiri.

Upaya yang dilakukan oleh CSR PT BIC, CDD PT Tunaskarya Indoswasta dan ketua RW se KIB untu mensukseskan pemilu legislatif makin padat pada dua minggu menjelang pemilu (9 April 2009).

Kesibukan itu terlihat dari pembuatan 46 TPS di sejumlah titik, pendistribusian kartu undangan memilih oleh petugas KKPS kepada warga. Ajakan memilih dan menyuskseskan pemilu yang dilakukan oleh petugas mushollah dan gereja. Pengamanan oleh pihak security BIC terhadap Asset di KIB.

Sehari menjelang pemilu tepatnya pada tanggal 8 April , TPS di KIB mendapat kunjungan Walikota Batam H. Ahmad Dahlan. TPS yang ditinjau adalah TPS nomor 1 dan TPS nomor 2. Walikota Batam mengaku puas dengan persiapan yang dilakukan oleh pengelola Kawasan Industri Batamindo.

Pengamanan pemilu di KIB pun terlaksana dengan baik. Tidak ada keributan menjelang hingga kegiatan pemilu usai. Hal ini terlaksana berkat kerjasmaa semua komponen organisasi di KIB mulai dari unsur keagamaan (BPMKIB, Mudika, Agape, Pemuda Hindu Batamindo), Karang Taruna Siaga Yudha I, pengurus RW, RT, Satgas hingga Security PT BIC, dan BKO.

Upaya maksimal panitia pemilu di KIB patut diapresiasi. Upaya panitia menjadikan KIB sebagai kawasan yang serius terhadap pemilu tidak sia-sia. Hal itu terbukti dari semangat warga yang ingin memilih masih cukup baik. Dari 21.057 DPT yang dibuat di tahun 2008, pemilik DPT tersebut tidak semuanya bertahan di KIB karena krisis global menghantam industri dunia. Tak terkecuali Batam. Ribuan pekerja bersatatus kontrak yang seharusnya ending contract pada akhir tahun 2009 terkena PHK (kontrak dipercepat) sehingga para pekerja yang telah memeiliki DPT ini balik kampung menjelang pemilu berlangsung.

Kalaupun ada pekerja baru yang masuk di awal tahun 2009, para pekerja itu pun tidak memiliki DPT. Hingga 8 April 2009, Jumlah DPT yang berhasil didistribusikan kepada warga hanya 8053 orang. Pada bulan ini jumlah warga dormitory pun sudah menyusut hingga 18.000 an orang.

Dari kartu undangan yang terkirim, mereka yang datang ke bilik suara mencapai 4861 orang atau 60,3%. Angka itu cukup bagus, sebagai pembanding, di luar KIB ada sejumlah TPS yang hanya diisi 6 orang pemilih.

Pengelola Kawasan Industri Batamindo patut diberi penghargaan. Upaya yang dilakukan untuk mensukseskan pemilu berjalan baik, tertib, aman.

Tanggung jawab sosial PT BIC mensukseskan pemilu tidak dikerjakan pada saat pemilu legislatif 2009 saja. Pada pemilu-pemilu sebelumnya PT BIC juga berperan aktif.

Masalah yang muncul justru berasal dari KPU. Diantaranya adalah banyak pemilih yang tidak memperoleh kertas undangan memilih meski sudah terdaftar di DPT. Perhitungan suara tertunda lantaran lembaran teli tertukar dengan Dapil lain.

Apa kesan petugas KPPS. Ridho, salah seorang ketua KPPS di RW 01 KIB mengakui bahwa pekerjaan tersulit selama pemilu legislatif adalah penulisan laporan. Waktu yang dihabiskan untuk menuliskan laporan cukup lama. Kegiatan perhitungan sebetulnya sudah selesai pada 19.00 namun penulisan laporan baru kelar menjelang pukul 23.00.

Dudi ketua KPPS di salah satu RW 02 KIB mengatakan bahwa jumlah pemilih di TPS tempat dia bertugas paling banyak diantara TPS lainnya, diatas seratus orang. Karena banyaknya orang yang memilih di TPS tersebut, perhitungan suara dan penulisan laporan pun molor hingga pukul 03.00 Jumat 10 April 2009.

Saksi yang mengikuti jalannya proses perhitungan suara hingga penulisan laporan pun ikut begadang mengawal jalannya pesta demokrasi ini. Saksi partai PKS adalah saksi yang paling betah bertahan hingga pagi hari.

Ketua RW 06 blok P Ridwan yang mendampingi petugas KPPS di lokasi TPS mengakui bahwa pekerjaan yang paling menyita waktu bukan pada saat pencoblosan suara. Pekerjaan terberat adalah perhitungan suara, penulisan laporan dan pembuatan berita acara terhadap saksi.

Pemilu legislatif 2009 adalah pemilu terberat kata Ketua RW 08 KIB Suroto. Pada pemilu legislatif 2004 perhitungan suara paling lama hanya sampai pukul sudah ada yang kelar pada pukul 17.00. Kini proses sangat lama.

Akibat dari proses perhitungan suara dan penulisan laporan yang lama inilah membuat petugas KPPS harus begadang, padahal sebelumnya mereka ada yang baru pulng kerja dan langsung bertugas sebagai anggota KPPS. Beberapa petugas KPPS tampak lemas, mata merah menahan kantuk. Untungnya seksi konsumsi bekerja maksimal sehingga urusan perut dapat terjaga dengan baik. Pihak BIP Klinic pun stand by mengawal panitia pemilu.

ketatnya persaingan caleg untuk melangkah ke kursi dewan menggunakan berbagai cara. Di TPS 39, tepatnya TPS yang berada di RW 08, ditemukan pemilih bodong sebanyak 10 orang. Mereka dibayar. Namun tindakan pemilih bodong tersebut berhasil diamankan oleh petugas KPPS dan Polisi yang berjaga di lokasi TPS 39.

Kegiatan pamer atribut juga terjadi di TPS 02 RW 01. Saat itu ada dua orang relawan yang mengantarkan air mineral dan makanan terhadap saksi di lokasi TPS 02, sang relawan memakai atribut parpol tertentu. Kedua relawan tersebut pun diamankan oleh polisi yang bertugas di lokasi.

Pelatihan Wirausaha Bagi Karyawan yang Habis Kontrak

akegiatan-osd-mar-09-104Dulu ketika Batam dijadikan sebagai Kawasan Industri high tech Otoritas Pulau Batam dan Pemerintah Pusat memiliki visi yang sangat bagus, yakni menjadikan Pulau Batam sebagai kota industri modern dan membangun pekerja yang handal.

Ketika itu daerah industri yang berkembang baru PT Mc Dermot yang terletak di daerah Batu Ampar. Kawasan Industri Batamindo menyusul kemudian. Sistem yang diterapkan di Kawasan Industri Batamidno adalah perekrutan pekerja dari daerah luar Pulau Batam melalui sistem AKAD (Antar Kerja Antar Daerah).

Dulu Batam memang derah kepulauan yang boleh dikata tidak dilirik orang untuk dijadikan sebagai tempat tujuan bekerja. Sejak Kawasan Industri batamindo dikembangkan, publikasi tentang Batam pun merebak melalui media massa cetak dan elektronik. Puluhan ribu pekerja diterbangkan ke Batam dan seterusnya dipekerjakan di Kawasan Industri Batamindo. Sistem AKAD adalah solusi untuk mengatasi SDM. Karena Pemerintah dan Pengusaha saja tidak akan berhasil tanpa adanya pekerja untuk membangun hubungan Industri Pancasila yang harmonis.

Itulah alasan kenapa warga Batam mayoritas dihuni oleh warga pendatang.

Saat itu misi pengiriman tenaga kerja melalui program AKAD adalah untuk memberikan kesempatan kerja yang merata kepada seluruh lulusan sekolah di tanah air. Karena itulah rekrutan berasal dari berbagai daerah mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimnatan, Sulawesi.

Ada tujuan mulia dibalik program AKAD tersebut yakni memberikan kesempatan bekerja kepada lulusan sekolah di perusahaan asing dan diharapkan setelah habis kontrak para pekerja program AKAD tersebut kembali lagi ke kampung halaman mereka untuk membangun kampung halaman mereka masing-masing.

Apa yang terjadi. Sistem AKAD mulai di batasi. Kini dengan kebijakan baru pemerintah daerah, program AKAD mulai dibatasi melalui quota. Solusinya para user akhirnya mencari pengganti program AKAD dengan memilih pekerja lokal (padahal pekerja lokal ini juga adalah pendatang dari luar Pulau Batam). Pekerja lokal ini lalu direkrut juga dengan sistem kontrak cuma namanya berbeda, yakni outsourching. So, karena direkrutsecara lokal maka user tidak punya kewajiban untuk memulangkan pekerja ini ke kampung halaman karena pekerja tersebut tidak direkrut berdasarkan program AKAD. Kalau program AKAD pekerja yang direkrut saat habis kontrak wajib dipulangkan ke kampung halaman mereka oleh perusahaan bersangkutan.

Kini masalah juga muncul terhadap pekerja dengan sistem outsourching karena tidak ada kewajiban pengusaha untuk memulangkan ke kampung halaman akhirnya mereka menjadi beban pemerintah daerah.

Lalu apa solusi yang harus dilakukan. Serikat pekerja, serikat buruh berjuang keras untuk mensejahterahkan mereka melalui demontrasi ke DPRD atau Kantor Walikota serta kantor Dinas Tenaga Kerja setiap awal tahun ( menjelang kenaikan UMK).

Namun nyatanya perjuangan itu tidak mudah, Pemerintah seakan tidak berdaya ketika terjadi perselisihan antara wakil pekerja dan wakil pengusaha (saat melakukan perundingan UMK). Nyatanya tiap tahun demontrasi jalan terus alias pekerja merasa tidak pernah puas. Yang artinya sampai kapan pun pekerja akan terus menuntut kepada pemerintah dan pengusha agar UMK dinaikkan entah disesuaikan dengan KHL atau di atas KHL.

Sebagai pengamat perburuhan saya lalu berpikir, apakah cara yang seperti ini harus dilakukan tiap tahun dan menjadi tradisi. Sebuah tradisi yang menguras energi negatif ketiga pihak (pekerja dan pengusaha serta pemerintah). Setiap tahun tradisi itu berlangsung dan isi permasalahannya selalu sama. Hanya orangnya saja yang berbeda.

expresi

Apakah tidak ada solusi lain? Jawabnya ada. Penulis berpikir sistem kontrak akan terus ada karena hal itu adalah tuntutan perubahan. Karena sistem kontrak terus ada maka perlu ada solusi untuk membekali pekerja yang habis kontrak. Solusi itu adalah pembekalan kewirausahaan terhadap pekerja yang akan mengakhiri kontrak kerjanya.

kegiatan-osd-mar-09-121

Langkah itu kini diterapkan oleh PT Tunaskarya Indoswasta, karyawan yang akan habis kontrak dibekali pelatihan kewirausahaan, marketing dan sales. Mereka diberikan training (in haouse training) dan praktek. Saat kontrak berakhir mereka dapat memilih alternatif wirausaha sebagai solusi bila sang pekerja sudah bosan menjalani hari-harinya sebagai pekerja dengan status kontrak atau permanen.

bkegiatan-osd-mar-09-1172

Pelatihan kewirausahaan adalah sebuah solusi untuk membangun SDM Indonesia menjadi SDM yang tangguh. Untuk memajukan bangsa ini paling tidak jumlah pengusha yang ada di negeri ini sebesar 10 persen dari total penduduk Indonesia. Selamat bekerja.

Bimbingan Teknis Pemilu di KIB

Bimbingan teknis Pemilu terus digeber di Kawasan Industri Batamindo. Hari mendekati pemilu 9 April 2009, kegiatan sosialisasi terus ditingkatkan. Pada tanggal 29 Maret 2009 lalu, pengelola Kawasan Industri Batamindo melakukan bimbingan teknis pemilu terakhir.

Kegiatan ini diiikuti oleh seluruh ketua dan Anggota KPPS se Kawasan Industri Batamindo. Kegiatan ini juga diikuti oleh panitia pemilu dari PPK Kecamatan Sei Beduk. PPS Kelurahan Muka Kuning. Acara ini juga dihadiri oleh Lurah Muka Kuning, Manager Liasion PT BIC Andi Mapisangka. Sedangkan pihak KPUD Kota Batam diwakili oleh Sainuddin.

Kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis kali ini dilakukan dengan menarik yakni diawali pemutaran film tentang job des dari petugas KPPS. Diteruskan dengan penyampaian secara lisan tentang laporan atau penulisan hasil pemilu.

Acara sosialisasi dan bimbingan teknis pada kjali ini juga dibagikan VCD tentang pemilu kepada seluruh leader KPPS serta Buku petunjuk tentang pemilu.

Selain menonton film Pemilu, fasilitator juga menguraikan panjang lebar tentang proses penulisan laporan Pemilu.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.