Latihan Dasar Kepemimpinan Karyawan Outsourching

Karyawan outsourching  yang berada di bawah naungan OSD PT Tunaskarya Indoswasta  pada  hari Minggu 29 Juni 2008 diberikan pelatihan. Jumlah peserta yang mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan sebanyak 25 orang. Pelatihan di lakukan  di  Hang Jebat Room PT Tunaskarya Indoswsata. Lagi

Orientasi Karyawan Baru

Sabtu 28 Juni 2008  bertempat di Circular Room lantai 3 Wisma Batamindo  sebanyak 60 fresh graduated   SMU mengikuti orientasi karyawan baru. Lagi

KTSY Peringati Hari Lingkungan Hidup

Karang Taruna Siaga Yudha   (KTSY ) Batamindo  memperingati hari Lingkungan Hidup pada  hari Sabtu dan Minggu 21 dan 22 Juni 2008  yang diadakan di  halaman dormitory Blok Q. Kegiatan ini dilakukan  untuk mengajak warga dormitory KIB secara langsung  untuk peduli pada lingkungan hidup.

Pada hari tanggal 21 Juni 2008, kegiatan dipusatkan di  halaman Blok Q5. Pada kesempatan ini panitia penyelengga  menampilkan delapan grup band  dari  grup band perusahaan-perusahan   yang ada di Kawasan Industri Batamindo, seperti PT PSECB, PT Evox Riva, PT philips, PT lavtec.  Respon warga  dormitory  menyaksikan  acara ini cukup baik. Selain penampilan grup musik band, juga ditampilkan  persembahan tari modern yang dibawakan oleh Grup Tari Langgeng Pertiwi.

Pada hari  Minggu 22 Juni 2008,  peringatan hari lingkungan hidup diteruskan dengan pembacaan puisi dan orasi tentang  peduli  lingkungan hidup. Pembacaan puisi dibawakan aktifis dari  komunitas   Teater Gong, Siaga Yudha English Conversation Club, Forum Lingkar Pena Batamindo, KSR PMI, Cumfire.

Peringatan hari lingkungan hidup bagi pekerja di Kawasan Industri Batamindo tidak hanya dilakukan dalam bentuk  penampilan seni budaya tapi juga dalam kegiatan penanaman pohon, penghematan pemakaian  listrik, dan berbagai upaya penghematan energi lainnya. Kegiatan ini disponsori  oleh R&C desain Kaos.

Bakti Sosial PT Tunaskarya Indoswasta

Community Development Department dan Recruitment and Placement Department  PT Tunaskarya Indoswasta  melakukan kegiatan  bakti  sosial di SMK   Hang Tuah  Batu Aji. Kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis, 19 Juni 2008. Staf Tunaskarya yang ambil bagian dalam acara ini adalah Riko Jaya Saputra, Eva Rosida, Herlina, Kiki dan Yocke S. Burer.

Bentuk  Aksi sosial berupa  pemberian  materi  mengenai  proses penerimaan tenaga kerja. Kiki selaku Konsultan Rekruitment PT Tunaskarya Indoswasta  membawakan materi  cara membuat Curiculum Vitae (CV),  Kiat menghadapi Wawancara Kerja.

Selain  pembekalan  materi  seputar dunia kerja,   pihak sekolah juga diberi sumbangan berupa perlengkapan olahraga seperti bola kaki, bola voly.   Khusus  murid kelas tiga yang  mendapat nilai tertinggi  mendapat beasiswa dari panitia  pelaksana.

Siswa  yang mengikuti kegiatan ini adalah pelajar kelas tiga  yang baru saja mengikuti ujian nasional dan pelajar kelas dua. Minat  pelajar mengikuti bakti  sosial ini sangat baik. Mereka memberikan apresiasi kepada pihak panitia penyelengara.

Pembukaan Annual Games XVI KIB 2008

Kamis sore 19 juni 2009  bertempat di Multy Purpose Hall Community Center Kawasan Industri Batamindo dibuka secara resmi Annual games ke-16. Upacara pembukaan ini diawali dengan  laporan ketua panitia Annual Games Andi Mapisangka. Lagi

Melihat Hantu Anak Kecil

Kawasan eks dormitory Blok W  Batamindo kini ditumbuhi  ilalang dan pohon Akasia. Sisa  banguna dormitory tinggal  lantai semen  dan  beberapa  jalan tembok dari semen  yang  masih kokoh. Namun demikian  seluruh  dormitory  sudah dihancurkan.

Dulu  saat pekerja program Akad (Antar Kerja Antar Daerah)  baru datang ke Kawasan Industri Batamindo  ada beberapa pekerja yang sementara ditampung  di Blok W sambil menunggu  pembangunan dormitory  yang baru di lingkungan Blok Q dan R.

Namun seiring dengan perjalanan waktu, ketika  bangunan dormitory  Blok Q dan R sudah jadi  dormitory Blok W  dihancurkan, sehingga  areal di lingkungan eks blok W  tersebut  hanya ditumbuhi  semak  dan pohon.

lapangan eks  dormitory Blok W ini  kini berubah fungsi menjadi tempat  pelatihan outbound  bagi  komunitas  pemuda  KIB. Tempatnya yang  sepi, gelap dan tenang  sangat pas  sebagai tempat untuk berkemah dan kegiatan pelatihan out door.

Kawasan eks Blok W ini sudah sering  digunakan untuk kegiatan perkemahan dan pelatihan outbound. Biasanya  dilakukan pada hari libur  Sabtu dan Minggu. Komunitas yang paling sering menggunakan tempat ini  untuk  kegiatan edukasi adalah  Pramuka, KSR PMI,  RT/RW, Mudika,  Agape, Cumfire.

Pada  saat pengukuhan dan pelantikan  KSR PMI  Batamindo  angkatan XVII lalu, panitia pelaksana  memberikan materi  renungan malam pada  anggota baru. Usai kegiatan api unggun seluruh calon anggota istrahat tidur, menjelang pukul 03.00 WIB  panitia membangunkan  lagi  seluruh anggota baru  untuk mengikuti renungan malam. Saat itu salah seorang peserta bernama Putra  ketika dibangunkan oleh panitia  tidak langsung  menuju  tempat berkumpul. Ia menggosok  matanya beberapa saat, usia menggosok matanya  Putra  tersentak karena melihat bocah kecil berlari di depannya. Putra kaget dan merinding.  Putra  percaya kalau anak kecil itu adalah  ……..Kesper   eh  salah  … hantu.

Aksi Sosial FLP Batamindo

Forum Lingkar Pena Batamindo menggelar aksi sosial ke Pulau Akar. FLP Batamindo  menyumbangkan buku dan majalah ke  masyarakat Pulau Akar. Ada  seribu  buku  dan majalah yang dikirm ke Pulau Akar. Kegiatan ini diadakan pada hari Minggu 15 Juni 2008.

sumbangan buku

sumbangan buku

Jembatan Barelang dari Pulau Akar

Jembatan Barelang dari Pulau Akar

spanduk baksos

spanduk baksos

pelatihan penulisan

pelatihan penulisan

Ada tiga puluh  anggota komunitas FLP  yang terlibat dalam acara ini. Nur Alim ketua Forum Lingkar Pena  Batamindo mengatakan bahwa  partisipasi Warga Batamindo yang menyumbangkan  bukunya ke  FLP  cukup baik. Buku atau majalah  berasal dari pekerja  yang mau habis  kontrak. Buku tersebut  diserahkan ke warga pulau Akar.  Buku tersebut akan dikelola oleh Ibu-Ibu dan pemuda Pulau Akar    dalam sebuah komunitas  Taman Baca.

Kegiatan aksi sosial ini juga dilengkapi dengan pembekalan  motivasi penulisan terhadap warga Pulau Akar.  Materi motivasi  penulisan disampaikan oleh  Riko Jaya Saputra, M.Psi dari PT. Tunaskarya Indoswasta. Pulua Akar adalah pulau yang berjarak  kurang lebih satu setengah kilometer  dari  Jembatan I Barelang. Mayoritas  warga Pulau Akar  berprofesi sebagai nelayan.

Berikut  laporan perjalanan yang dibuat oleh Nur Alim  ketua FLP Batamindo.

Setangkup Asa di Pulau Akar

Tak kan hilang Melayu di Bumi

Patah tumbuh hilang berganti

Mari kita membangun negeri

Janganlah ada iri dan dengki

Sesaat setelah menginjakkan kaki di Pulau Akar, terbersit tanya asal mula nama pulau ini. Rumah panggung berderet teratur di sepanjang bibir pantai. Dengan bahasa khas Melayu para penduduknya berkomunikasi. Hanya sedikit yang penulis ketahui artinya ketika mereka saling bercakap-cakap. Pohon-pohon yang rindang nan menghijau menghembuskan kesejukan, mengalahkan teriknya matahari. Pulau Akar bisa ditempuh dalam waktu 15-20 menit menggunakan perahu boat (pompong) dari pelabuhan kecil di jembatan II Barelang, Batam.

Itulah sekelumit gambaran Pulau Akar. Pulau yang termasuk dalam wilayah Kelurahan Setokok Kecamatan Bulang Provinsi Kepri, memiliki luas 14 Ha dan dihuni oleh 174 KK menjadi tujuan kunjungan rombongan Forum Lingkar Pena, Himusphi NXP dan PT. Tunaskarya Indoswasta pada Minggu, 15 Juni 2008. Kedatangan rombongan adalah dalam rangka baksos (bakti sosial) yang bertema “Flp goes to Island” berupa pemberian sumbangan buku dan majalah dari para donatur kepada masyarakat pulau Akar.

Tujuan kegiatan ini semata-mata ingin membangkitkan minat dan budaya membaca sebagai salah satu ciri masyarakat yang cerdas, hal ini sejalan dengan visi dan misi FLP. Jumlah keseluruhan buku/majalah yang disumbangkan 1.100 eksemplar, terdiri dari majalah, buku pelajaran, buku agama, dan lain-lain.

Secara umum, antusiasme anggota masyarakat terutama anak-anak dan pemuda cukup tinggi, ditandai dengan kehadiran mereka dalam acara penyambutan yang diadakan di gedung SDN 004 Kecamatan  Bulang.

Masyarakat pulau Akar diwakili oleh bapak Rohman selaku RW setempat dalam sambuatannya mengucapkan terimakasih dengan adanya kegiatan ini. “Kecil tapak tangan, niru kami tadah”, sebait pepatah dari beliau. Maksudnya kurang lebih : Kita harus berterima-kasih dengan segala pemberian orang lain. Beliau juga memohon maaf atas segala keterbatasan dalam penyambutan.

Sementara itu, ketua FLP Batam Erni mengharapkan peran serta masyarakat agar bisa menjaga dan merawat buku/majalah yang telah disumbangkan. Selain itu, program sumbang buku ini bukanlah yang pertama dan terakhir.

PT. Tunaskarya dalam hal ini diwakili oleh bpk. Rico Jaya Saputra dalam kata sambutannya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau juga mengharapkan adanya penggalian potensi/bakat terpendam yang dimiliki oleh anak-anak pulau Akar dalam hal menulis.

Pada kegiatan ini juga diadakan pelatihan singkat menulis yang disampaikan oleh bpk. Rico Jaya Saputra. Beliau menjelaskan bahwa menulis adalah kegiatan yang bertujuan menyampaikan pesan/hasil pemikiran seseorang kepada pembaca melalui tulisan, karena setiap kejadian tidak muncul secara kebetulan, pasti ada hikmahnya. Tinggal bagaimana menuangkannya menjadi tulisan sehingga pesan yang akan disampaikan diterima oleh pembaca. Untuk menjadi penulis tidak dibutuhkan bakat khusus, hanya perlu kemauan yang kuat untuk belajar, syaratnya harus peka terhadap lingkungan. Ada 4 jenis hasil tulisan, yaitu berita, feature, artikel dan esai. Masing-masing jenis tulisan memiliki ciri khas.

Serah terima buku/majalah secara simbolis dilakukan oleh ketua FLP Batamindo (Alim) dan ketua FLP Batam (Erni) kepada ketua RT bpk. Durahim. Acara kemudian dilanjutkan dengan lomba menulis puisi, pantun dan cerita yang diikuti oleh sekitar 30 anak SDN 004 Pulau Bulang. Juga dimeriahkan dengan bebera permainan.

Kegiatan diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian hadiah.

Saat rombongan melangkahkan kaki meninggalkan pulau, terpancang harapan suatu saat lahir penulis terkenal dari pulau nan elok ini, pulau Akar.

Pelantikan Angkatan XVII KSR PMI Batamindo

Korps Sukarela Palang Merah  Batamindo  pada hari Sabtu dan Minggu  14 – 15 Juni 2008 melaksanakan Pengukuhan dan Pelantikan Angkatan KSR PMI XVII yang diadakan di lapangan  eks Blok W Kawasan Industri Batamindo.

Pelantikan ini merupakan rangkaian dari  proses orientasi  bagi anggota baru yang diawali  sejak bulan Februari 2008. Jumlah anggota KSR PMI yang mendaftar pada bulan Februari  sebanyak 40 orang lebih. Selama  lima bulan anggota baru mendapat pembekalan dari  trainer. Pembekalan dilakukan setiap hari Minggu.

Anggota baru KSR PMI  memperoleh materi seperti  Sejarah Kepalangmerahan, Dasar-Dasar P3K, SAR, Latihan Evakuasi Korban Bencana, Sanitasi Lingkungan, Sanitasi di Lokasi Bencana, Pengecekan Golongan Darah, Prinsip  Organisasi, pembuatan Tenda dan Dapur Umum.

Pada  hari Minggu 15 juni 2008 seluruh  anggota KSR PMI angkatan XVII yang bertahan tinggal 15 orang. Mereka dilantik dengan ditandai pelepasan  badge dan pemasangan  rompi KSR PMI oleh  pembina upacara.

Turkananto selaku ketua KSR PMI  Cabang Batamindo  mengharap agar Anggota  KSR PMI  Batamindo  angkatan XVII dapat menerapkan ilmunya dan mengembangkan pengabdiannya  di kampung halaman saat pulang kampung nanti. Rangkaian  pengukuhan dan pelantikan  anggota KSR PMI  Angkatan XVII  ini didampingi pembina  KSR PMI Batamindo  M. Rusli.

Memimpin Diri Sendiri Tidak Sulit

Kepemimpinan  adalah  proses pempengaruhi orang lain mencapai tujuan. Kepemimpinan adalah suatu cara  mengarahkan orang lain untuk  mencapai tujuan. Kepemimpinana berasal dari kata pimpin

Pimpin menurut Kamus Umum   Bahasa  Indonesia mempunyai arti :  dibimbing, menunjukkan jalan,  melatih (mendidik, mengajari).

Memimpin  orang lain sudah sering kita dengar.  Orang-orang  berlomba menjadi pemimpin itu biasa. Bahkan tak sedikit  orang  rela menghabiskan  uangnya demi dipilih sebagai pemimpin partai poltik. Pemilihan  calon pemimpin yang diramaikan dengan kampanye  membutuhkan uang  miliaran rupiah pun tidak masalah.

Ketika Sutrisno B  ketua PAN, atau Wiranto dari Hanura, atau calon Gubernur dan Bupati   mencitrakan diri di TV ternyata membutuhkan biaya 20 juta per menit. Kalikan sendiri biaya yang dikelurkan untuk pencitraan. Pencitraan positif adalah bagian dari proses  menjadi  pemimpin.

Kalau dicerna  ternyata  menjadi pemimpin bagi orang lain  membutuhkan budget besar. Di saat  kelaparan menjadi santapan media massa,  ketika  rakyat berteriak lapar, ketika pengangguran  berguguran, ketika  busung lapar membumbung,  pemimpin berduit tampil di TV  dengan cerita  manis  dan menyejukkan. Syukurlah  sang pemimpin di media massa  benar-benar  berhati tulus karena  membantu rakyat kecil. Tapi sayangnya  kisah mulia itu hanya manis dalam program iklan. Di lain sisi mahasiswa  tetap lantang berteriak melakukan protes pada  pemimpin.

Nah, dari pada  menjalani  jalan penuh kelokan , berduri untuk menjadi pemimpin bagi orang lain,  kenapa tidak merubah  paradigma. Ada lho pemimpin yang  tidak berliku,  berkelok dan tidak membutuhkan sesen pun duit. Jadilah pemimpin  bagi diri sendiri. Mudah kan. Karena  pada dasarnya semua manusia ini adalah pemimpin. Tak perlu dipilih pun kita sudah membawa gen pemimpin.  Tugas utama kita adalah memimpin  diri sendiri.

Aneh  bila  berkorban habis-habisan untuk memimpin  orang  lain sementara  memimpin diri sendiri tak bisa. Betul nggak! Aneh ketika  kita memberi  label  kepada diri sendiri sebagai pemimpin rakyat sementara  rakyat hanya diberi  asupan janji  kosong.

Aneh bin ajaib ketika orang-orang berlomba menjadi  pemimpin  untuk orang lain demi mendapatkan  pemasukan  atau kesejahteraan. Adalah sebuah tindakan yang sangat keliru ketika   menjadikan  diri sendiri sebagai pemimpin orang lain  tapi tujuan latennya adalah mencari kekayaan  yang berasal dari pajak rakyat.

Stop memimpin orang lain kalau  tidak  amanah. Stop memimpin orang lain kalau tidak dengan hati yang ihklas, stop memimpin orang lain kalau  hanya ingin populer. Stop memimpin orang lain kalau hanya menggunakan  dana dari korupsi. Stop jadi pemimpin orang lain kalau tidak memberi manfaat bagi orang lain. Sekali lagi stop. So, bagaimana dong ini!

Jadilah  pemimpin   bagi diri sendiri  karena langkah ini  tidak sulit, kalau mau. Setelah sanggup memimpin diri sendiri dengan baik  barulah memimpin orang lain.

Ciri paling menonjol dari orang yang bisa memimpin diri sendiri adalah tidak suka dilayani. Tapi melayani. kata lainnya adalah berkorban, berbuat,  bekerja.  Pemimpin yang suka dilayani hanya  memperlihatkan  ketidak mampuan sang pemimpin.

Tiga  ukuran Keberhasilan Memimpin Diri Sendiri:

1. Proaktif

2. Merujuk pada tujuan akhir

3. Efektif manajemen waktu

Proaktif

Apa sih itu proaktif. Mengartikan proaktif secara  sederhana adalah inisiatif dan bertanggungjawab. Bertanggungjawab atas  segala  tindakan yang dilakukan. Dari pengertian ini, kita bisa menguraikan makna proaktif sebagai tidak  menyalahkan orang lain, tidak menyalahkan sistem, tidak menyalahkan   cuaca dan alam.

Apa yang dilakukan  adalah sebuah pilihan. Segala  dampak dari pilihan  yang diambil  dapat dipertanggungjawabkan dengan tidak  mencari kambing hitam.  Orang yang masih suka mencari kambing hitam  adalah  orang yang tidak  mengakui kesalahan pada dirinya sendiri.

Merujuk Pada Tujuan Akhir

Orang yang memimpin dirinya sendiri selalu merujuk pada tujuan akhir. Ia tidak mengambil  tindakan  berdasarkan tiba masa tiba akal. Orang yang bertindak berdasarkan  merujuk pada tujuan akhir  ibaratnya  seperti artsitektur  yang membuat rancangan sebelum realisasi. Ada yang mengatakan merujuk pada tujuan akhir sebagai segalanya diciptakan dua kali. Ciptaan pertama  adalah pikiran dan ciptaan kedua pada  tindakan.

Perencanaan  Waktu

Orang yang memimpin dirinya sendiri  bersandar pada  perencanaan waktu yang efektif. Mereka bersandar pada matrix waktu  penting tapi tidak  mendesak. Mereka bekerja  berdasarkan  perencanaan. Melakukan pekerjaan secara bertahap.  Orang yang menggunakan pendekatan ini tidak senang mengerjakan pekerjaan atau  menghidari pekerjaan yang penting dan mendesak. Mereka juga menghindari  pekerjaan yang tidak penting dan tidak mendesak. Selamat jadi pemimpin diri sendiri.

Seminar Bersama Tika Bisono

PT Batamindo Investment Cakrawala akan mengadakan Seminar Umum  tentang Kiat Mengatasi Dampak Negatif Globalisasi Informasi Terhadap  Remaja. Acara ini akan diadakan pada  hari Minggu pada Tanggal 22 Juni 2008 bertempat di Circular Room lantai 3 Wisma Batamindo  Muka Kuning pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.

Tampil sebagai nara sumber adalah Tika Bisno, M.Psi (Psikolog, Artis, Akademisi).

Target peserta adalah Guru, Orang Tua dan  Masyarakat Umum. Biaya tiket sebesar Rp 125.000 per peserta. Peserta  lima pertama (early bird sebesar Rp 100.000) sebelum 13 Juni 2008.

Konfirmasi pendaftaran dapat menghubungi 0770 – 611222  ex  147, 164, 103.  Contact Person adalah:  Ms. Erni (0812 705  5240) dan Ms. Siti (0856 681 68555).

Annual Games ke-16 PT BIC

PT Batamindo Investment Cakrawala adalah pengelola Kawasan Industri di Batam yang paling peduli dengan kegiatan pekerja. Salah satu kegiatan yang sudah mengakar kuat dilakukan oleh Manajemen  Pengelola Kawasan  Industri Batamindo adalah  pembinaan  olahraga melalui Annual Games.

Tahun ini Annual Games memasuki tahun ke-16. Sejak pertama Annual Game dilakukan  hingga  kini, minat  perusahaan di KIB  untuk berpartisipasi tetap tinggi.

Cabang olahraga yang dipertandingkan  terdiri dari Sepak Bola, Volly, Basket, Takraw,   Bulu Tangkis, Tennis Meja,  Catur, Beladiri Karate, Beladiri Silat, Senam Aerobic.

Cabang olahraga yang paling banyak menyedot penonton adalah cabang olahraga Sepakbola, Basket dan Volly.  Setiap tahun,  ketiga cabang olahraga ini menjadi tontonan  olahraga pilihan bagi pekerja  di KIB. Pertandingan ini makin meriah karena  perusahaan yang bertanding biasanya membawa supporter. Gengsi perusahaan yang memenangkan  cabang olahraga  ini juga terangkat.

Tidak mengherankan bila  pemain sepakbola, volly dan basket yang  berbakat   di Batam dapat dengan mudah diterima bekerja di perusahaan. Kehadiran para pemain bola ini  dapat meningkatkan  prestasi perusahaan.

Tahun 2008, Annual Games mulai dipertandingkan pada bulan Juni 2008. Cabang olahraga yang mengawali pertandingan adalah Cabang Sepak Bola. Salam olahraga.

Futsal PT Tunaskarya Indoswasta

Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit PT Tunaskarya Indoswsta  melakukan  olahraga sepakbola futsal pada hari Senin 9 Juni 2008 pukul 19 hingga 20 WIB  di Family  Arena Batam Center. Kegiatan sepak bola futsal ini adalah salah program kerja Bipartit PT Tunaskarya Indoswasta.

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Bipartit dan anggota Bipartit serta Karyawan PT Tunaskarya Indoswasta.  Tujuan diadakannya  olahraga  sepak bola futsal ini  untuk meningkatkan dan menjaga  stamina  dan kebugaran pekerja. Juga bertujuan untuk meningkatkan  komunikasi dan kekeluargaan sesama pekerja.

Ikut hadir dalam acara  sepab bola Futsal ini  diantaranya  ketua LKS Bipartit Diny  H, Sekertaris LKS Bipartit  Adi Neka dan  pengurus  serta perwakilan dari masing-masing Departement. Pada  pertandingan sepakbola Futsal kali ini  tim Biru   (Yusi, Endra, Budi, Jos,  Suko) dari  perwakilan GA dan MIS serta MR sedangkan lawannya adalah Tim Hijau  (Rusli, Yocke, Jay, Adi Neka, Andre) dari perwakilan CDD, RPL, OSD,  Selamat berolahraga.

Hari Lingkungan Se-Dunia Sepi

Hari lingkungan Se-Dunia  sepi.  Hari  lingkungan Dunia kalah  dibanding memperingati  May Day. Kalah dengan pemberitaan kenaikan BBM, penyaluran BLT, kalah dengan  pencarian Panglima Komando Laskar Islam Munarman.  Hari lingkungan  Se-Dunia  di Indonesia  khususnya  Kepulauan Riau  seolah tidak dianggap penting.

Padahal  kita tahu bersama, hutan lindung  Indonesia terkuras. Para  petani sering meradang.   Ketika menanam  padi selalu  gagal panen  karena terendam banjir. Warga Jakarta meradang karena  terancam  banjir rob.  Lonsor  dan  banjir jadi langganan. Saat musin kering  kesulitan  air bersih.

Perubahan cuaca menyebabkan penyakit  aneh bermunculan dan tidak  ada obatnya.  Species hewan  berangsur-angsur  punah. Pemanasan global menyebabkan suhu udara meningkat. Hewan  kecil  di laut  tak kuat bertahan hidup. Ketika hewan kecil  tersebut  hilang,  akan mengancam rantai makanan terganggu. Salah satunya adalah  mengancam  persediaan  makanan ikan. Kalau ikan laut  kesulitan makanan maka lama kelaman  ikan laut akan  mati dan pada akhirnya  nelayan akan kesulitan menangkap ikan.

Nelayan sulit menangkap ikan membuat ekonomi  nelayan  makin terhimpit. Kondisi ini diperparah lagi dengan  kenaikan harga BBM. Nelayan terpaksa  mencampur  oli denga  minyak tanah  untuk kepentingan melaut meski resiko kerusakan mesin terjadi. Ketika  sang nelayan  berjuang keras melaut dengan modal pas-pasan, ternyata ikan yang diharapkan semakin sulit didapatkan di perairan dangkal karena sudah  tercemar atau punah karena pemanasan global. Penderitaan sang nelayan makin berat. Sang nelayan kecil tak sanggup masuk ke laut dalam.  Sang nelayan akhirnya banting setir jadi buruh bangunan.   Makanya  jangan  heran harga ikan segar menjadi mahal.

Pada suatu sore  penulis sedang menunggu teman di  Community Center Kawasan Industi Batamindo Batam,  saya  suprise karena   berjumpa dengan  Seorang teman lama  yang sudah lima  tahun  tidak berjumpa. Ia  menceritakan pengalaman  pahitnya. Ya lima tahun lalu ia  memutuskan pulang kampung ke  Kabupaten Bone di Sulawesi Selatan.  Tujuan  pulang kampung ingin hidup mandiri  dengan  berwirausaha dan bertani  sesuai dengan tabungan  yang ia peroleh  selama bekerja di salah satu perusahaan di Kawasan Industri Batamindo.

Nyatanya  kondisi di daerah lebih sulit. Sang kawan menceritakan  kesedihannya saat musim tanam. Selalu gagal panen karena  dihantam banjir. Saat musim kering, air  hilang di telan bumi.  Sang kawan lalu memutuskan  jadi tukang ojek.  Jadi tukang ojek di kampung halaman ternyata  tidak mudah karena kebanyakan  orang yang  menjadi  tukang ojek dibanding  penumpang.  Sang kawan  mengakui bahwa  perubahan cuaca membuat  kehidupan ekonomi di kampung  halaman dia makin berat.

Kini sang  kawan memilih  bertahan hidup bekerja di Pulau Batam, meski  tidak lagi bekerja di perusahaan asing  pada perusahaan  yang ada di Kawasan Industri Batamindo dan kawasn Industri Lainnya di Batam. Ia merasa pesikis karena  usianya  sudah  memasuki 30-an tahun. Usia seperti itu sulit bekerja diperusahaan manufacturing. Ia bekerja sebagai sales, namun kerinduannya untuk bekerja  di perusahaan  asing di Kawasan  Industri Batamindo  tetap besar.

Kisah di atas memperlihatkan  hanya setitik  dampak dari pemanasan global dari sekian penderitaan  manusia di muka  bumi in.

Paradigma  atau cara pandang warga masyarakat Indonesia yang   tidak berubah  terhadap  lingkungannya. Meski  ancaman pemasan global sudah berada di depan hidung  tapi masih juga  melakukan  perbuatan yang  tidak ramah lingkungan.

Contohnya, membuang sampah di selokan, menumpuk sampah dan membakar sampah di tempat  terbuka,  penggunaan  listrik dan  bahan bakar minyak yang boros.

Kita  sadar bahwa  karbondioksida yang terbuang ke angkasa akan menyebabkan rumah kaca.  Tapi warga negara Indonesia masih berlomba-lomba membeli kendaraan bermotor (khususnya  sepeda motor karena hemat BBM).  Padahal   bisa  melakukan penghematan BBM dengan tidak perlu  selalu  naik kendaraan  bermotor kalau bisa ditempuh dengan jalan kaki atau naik sepeda.

Pernah suatu hari penulis berdiri di halaman  depan kantor Walikota Batam.  Penulis melihat salah seorang  pejabat di lingkungan Pemko Batam yang naik mobil  dinas ke kantor DPRD Kota Batam, padahal  jarak tempuh dari kantor  Pemko Batam ke kantor DPRD hanya sekitar seratus meter, namun sang  pejabat  masih juga naik mobil dinas.  Padahal kalau si pejabat tersebut memilih jalan kaki  maka ia akan menghemat BBM dan  tidak melepas karbon diaoksida dari kendaraan  dinas yang ia kendarai. Tindakan  yang kelihatan sederhana tersebut tidak hanya ikut menyumbang karbon dioksida dan mengotori  udara  Batam yang panas tapi juga melukai  hati masyarakat.

Ketidakpedulian warga masyarakat Indonesia terhadap lingkungan memang perlu depertanyakan. Contoh sederhana lainnya adalah kebiasaan  berbelanja dengan  menggunakan  tas plastik kresek oleh  ibu-ibu.  Setiap  belanja satu item bahan selalu dibungkus dengan satu kantong plastik.   Setiap hari rata-rata   setiap rumah tangga di Indonesia  membuang lima hingga sepuluh  kantong  plastik kresek ke tempat sampah.  Kalikan sendiri berapa  banyak kantong plastik kresek yang dibuang  ke tempat sampah.

Sedihnya lagi,   sampah plastik tersebut  tidak disortir  dengan sampah organik (keculai  kalau petugas kebersihan kota  berbaik hati memisahkan sampah organik dengan non organik). Sampah plastik  tersebut  terkadang hanya dibakar atau ditanam di  tanah. Tindakan membuang  sampah plastik  di tanah adalah  tidak ramah lingkungan, karena  plastik  butuh waktu  lama  sebelum hancur diurai oleh microba.

Contoh sederhana lainnya adalah  pemakaian tisu.  Pemakaian tisu menjadi  kebiasaan  yang  sulit  dipisahkan  dengan kehidupan sehari-hari warga IIdonesia. Sehabis makan langsung cari tisu untuk membersihkan mulut dan tangan. Sehabis  buang air langsung mengambil tisu untuk membersihkan tangan.

Tisu dipakai untuk membersihkan wajah karena  terkena debu. Sadarkah  kita  kalau selembar tisu  yang dipakai  berasal dari kayu di hutan.  Ketika  tisu diproduksi secara massif maka setiap hari akan berkurang jumlah  pohon di hutan. Ketika pohon terus ditebang, maka bencana  juga akan menghadang.

Peduli  pada lingkungan hidup  adalah  tindakan yang  terencana dan penting. Setiap warga  di muka bumi ini  bertanggungjawab terhadap kelangsungan   dan keseimbangan hidup. Mencintai lingkungan adalah sebuah ibadah, mencintai lingkungan  berarti ikut mencegah bencana banjir, kekeringan, polusi dan kemiskinan.

Mencinta lingkungan  hidup adalah tindakan.  Mencintai  lingkungan  adalah berbuat, berkorban untuk alam. Perbuatan  sederhana  yang perlu dilakukan  bisa dimulai di rumah masing-masing  adalah:

  • Menggunakan sebuah  keranjang belanjaan saat berbelanja di pasar (termasuk di  Mall).
  • Tidak menggunakan  tisu secara berlebihan. Bisa diganti dengan kain.
  • Tidak perlu naik kendaraan bermotor ke sebuah  tempat  kalau jaraknya dekat (bisa  dengan berjalan kaki atau naik sepeda)
  • Tidak menumpuk sampah di tempat terbuka.
  • Tidak menghidupkan lampu  saat terang.

Kembali ke judul di atas.  Kepedulian  warga  Indonesia  terhadap lingkungan hidup  memang rendah. Bukti  memperlihatkan pada  tanggal 5 Juni 2008 yang merupakan hari Lingkungan Hidup se-dunia, terbukti bahwa    minat warga Indonesia terhadap  lingkungan masih rendah bahkan tidak dipikirkan.

Justru  orang asing lah yang terlhat menyolok  memperingati hari bumi se-dunia. Buktinya adalah  tindakan turis asing di  Bintan Lagoon Resort Lagoi. Para turis asing tersebut,   yang seharusny  datang ke  Lagoi untuk berlibur  justru  ikut terlibat  membantu  membersihkan Pantai Lagoi dan melakukan penanaman pohon.

BBM

Demonstrasi marak. Hampir setiap hari terjadi demonstrasi, khususnya di ibu Kota  Jakarta dan  di kota besar lainnya di Indonesia.  Demonstrasi  dilakukan karena adanya tuntutan, protes kepada pihak  lain (lembaga negara  atau  instansi swasta).

Peserta demonstrasi  tidak mengenal , kelamin, suku, agama bahkan  usia. Demontrasi bisa  jalan  asalkan  mengikuti  aturan.

Demonstrasi atau  unjuk rasa  seolah menjadi   berita  yang tidak  pernah berhenti mengalir di  media massa cetak dan  elektronik. Setiap hari  isi kepala Bagsa Indonesia diisi dengan berita   demonstrasi dan unjuk rasa. saking seringnya demonstrasi dan unjuk rasa yang kadang-kadang diikuti dengan anarkis menimbulkan kesan  bahwa demonstrasi  hanya mengganggu ketertiban umum.

Demonstrasi yang paling sering dilakukan adalah  penolakan terhadap kenaikan Bahan Bakar Minyak. Mahasiswa adalah  yang paling  tak  setuju dengan kenaikan  harga BBM. Mahasiswa tahu Bahwa Bangsa Indonesia adalah negara kaya  sumber daya alam (termasuk minyak). Mahasiswa tahu kalau  minyak mentah  kita diekspor ke luar negeri.  Setelah minyak mentahnya  jadi,  lalu dibeli kembali oleh Bangsa Indonesia dengan harga yang lebih tinggi.

Mahasiswa tahu bahwa  sumur  minyak di negeri ini masih melimpah. Mahasiswa  tahu   bahwa Bangsa ini tak sanggup melakukan  pengeboran minyak karena lokasinya  yang terletak di laut dalam . Mahasiswa   kecewa karena pemerintah  tak punya  pabrik pengolahan penyulingan minyak mentah (refinery) sendiri

Mahasiswa tahu kalau sumber  daya alam  Indonesia masih melimpah, namun  rakyat kecil  menderita, kelaparan.

Mahasiswa  protes  kalau harga -harga naik  karena  BBM naik. Efek domino kenaikan BBM  menyebabkan semua  produk (barang dan jasa) mengalami kenaikan.

Karena tiada hari tanpa demonstrasi  dan  pelakuknya  paling banyak   adalah mahasiswa. Timbul  pertanyaan, kapankah mahasiswa tersebut  belajar. Kapankah mahasiswa tersebut ikut mencari solusi  lain (tanpa  melalui jalur  unjuk rasa).

Perjuangan mahasiswa  tidak  harus dari jalur  demonstrasi  atau unjuk rasa. Mahasiswa  seharusnya  juga  melakukan  tugas utamanya menuntut ilmu dan melakukan penelitian.  Siapa tahu diantara ratusan ribu mahasiswa di Indonesia  ada yang berhasil menciptkana  alat  yang murah dan sederhana untuk  menyuling minyak mentah  di Indonesia.  Dengan begitu mahasiswa juga ikut memikirkan solusi bangsa dengan cara  yang tenang dan  damai.

BBM adalah lokomotif bangsa. Ia menentukan  arah ekonomi Bangsa Indonesia.  Ketika manajemen  BBM  dikelola secara keliru, maka  bangsa ini pun dibawah ke lembah yang salah. Kalau manajemen BBM  menyesatkan. Maka  rakyat dan bangsa ini dibawah ke jurang yang menyesatkan.

Kenapa  penanganan BBM di negeri  kerap bermasalah?  BBM  bermasalah bila  BBM  diurus oleh  orang yang  tidak kreatif, inovatif,  dan bertanggungjawab.

Pertamina identik dengan  BBM. Pertamina adalah  lokomotif ekonomi  pembangunan Bangsa Indonesia.  Lokomotif ini  tak sanggup membawa  gerbong. Kadang-kadang  lokomotifnya macet.

Semua bangsa  bangsa besar di dunia  tergantung  pada  perusahaan minyak di negara mereka masing-masing.  Brazil  memiliki  BUMN Minyak bernama  Petrobras, Total (Prancis), Respol YPF (Spanyol),  Galpenergia (Portugal), Petron (Filipina), IOKOC (Rusia),  Nahta (Lithuania), Eni (Italia), BP atau British Petrolleum  (Inggris),  IndianOil (India),  Total (Prancis), Unipetrol (Ceko),  Sinopec, PetroChina dan CNOOC (Cina),  Petro Canada (Kanada), YPFB (Bolivia),  FPF (Argentina),  Nafta Polska (Polandia),  Exxon Mobil dan  Conoco  Philips  (Amerika serikat).

Negara-negara Eropa dan Amerika   selalu membuat konflik di  Timur Tengah karena urusan minyak.  Negara  di dunia yang kaya raya juga karena memiliki  bahan bakar minyak yang melimpah. Negara besar merasa terancam ketika  kekurangan  stok Bahan Bakar Minyak

Bersyukurlah Negara-negara di Timur Tengah  karena memiliki ladang  minyak melimpah. Meski  begitu Kuwait sebagai salah satu negara di Timur Tengah tidak mau tergantung pada  BBM saja, mereka  melakukan antisipasi  jauh hari dengan  cara membangun sektor pariwisata. Ternyata makin maju saja.

Bangsa Indonesia seharusnya  bersyukur karena  memiliki cadangan minyak mentah  (lifting) yang banyak. Minyak mentah itu  dieksor  ke luar negeri  karena mutunya  bagus.  Setelah jadi   minyak mentah yang sudah di proses di luar negeri   dibeli kembali oleh Bangsa  Indonesna. Padahal kualitas minyak yang sudah jadi tersebut  kurang bagus.

Seharusnya, Bagsa  Indonesia  mengolah sendiri minyak mentahnya. Tidak diekspor ke negera lain. Mengolah sendiri minyak mentah Indonesia kemungkinan   jauh lebih menguntungkan dibanding dijual ke luar negeri.

Menurut Jarwanto (kompas, 14 Mei 2008)  ,  aktivis mahasiswa, masyarakat menolak kenaikan harga BBM karena pemerintah masih belum kerja keras dalam upaya menggali potensi ataupun mencari alternatif pilihan lain untuk mengatasi membengkaknya pengeluaran saat ini. Padahal, pilihan selain menaikkan harga BBM masih terbuka luas seperti nasionalisasi industri pertambangan, transpransi penggunaan pajak serta penundaan pembayaran hutang luar negeri.

Kita juga patut bersyukur  karena  pemerintah telah berupaya mendirikan pabrik   penyulingan minyak  (refinery) . Kilang penyulingan minyak (refinery) adalah kerja sama Pemerintah Indonesia dan Iran  di Banten. Pabrik penyulingan minyak itu  ditargetkan beroperasi tahun pada 2012 mendatang.

Sungguh sebuah  kebahagiaan bila Bangsa Indonesia memaksimalkan  segala upaya  untuk  pembangunan bangsa. Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan  pembangunan bangsa ini adalah pembangunan SDM yang berkualitas.

Kuncinya adalah kemauan  pemimpin bangsa untuk  mandiri. Kunci mandiri sebuah bnagsa  terletak pada   SDM yang  handal.

Rakyat Indoneisa  sebetulnya banyak yang pintar, nyatanya banyak siswa  berptrestasi  kita yang memenangkan medali di olimpiade  sains tingkat internasional.

Masalahnya  pemerintah  tak mau mengucurkan dana pendidikan  yang lebih besar.  Dana pendidikan yang  minim menyebakan SDM kita  tertinggal. Tingginya  biaya pendidikan menyebabkan  pelajar putus sekolah dan mahasiswa drop out dari kampus.

Biaya penelitian  yang kecil makin memperparah  kondisi SDM  Bangsa. Ketika  reformasi  pendidikan digulirkan,  Universitas Negeri  memasang tarif puluhan juta rupiah bagi mahasiswa baru. Mahasiwa  harus mengeluarkan  biaya  yang sangat  tinggi untuk menyelesaikan pendidikan. Setelah tamat  ternyata   si sarjana juga tidak mudah menciptakan atau mencari  pekerjaan.

Alasan pemerintah dana  APBN yang rendah, semua  membutuhkan  biaya yang tidak sedirkit. Utang luar negeri yang di atas 1000 triliun. Utang tersebut harus ditanggung  anak-cucu   yang tidak ikut berutang.

Sudah tahu banyak utang, Pejabat  pemerintah  tidak tahu diri. Hidup mewah, harta miliaran. Meski   ada  warga yang  mati kelaparan,  mereka tetap  rajin memupuk harta.

Karena itu jangan salahkan  rakyat  marah karena lapar.

Q Rubher Jawara Dance Competition Batamindo 2008

Community Development Department PT Tunaskarya Indoswasta  bekerja sama dengan Grup  Tari Langgeng Pertiwi  menggelar  lomba  tari kreasi modern.  Diadakan di Plaza Batamindo  hari Minggu 1 Juni 2008. Lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.